Krisis Perumahan AS Tidak Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Asia

Bali ( Berita ) :   Deputi Gubernur Senior BI, Miranda S. Goeltom memperkirakan krisis kredit perumahan di AS tidak berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi Asia mengingat besarnya peranan sektor perdagangan dan jasa untuk mengimbangi sektor finansial dalam pertumbuhan ekonomi.

Ditambahkannya, BI pasti akan mengeluarkan kebijakan apapun yang dibutuhkan untuk menjaga stabilitas sektor finansial. “Saya katakan, semua sedang kita pelajari,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan agar perbankan mewaspadai pembelian aset, baik melalui merger atau akuisisi, dengan menggunakan dana hasil sekuritisasi aset (asset backed securities).

“Yang bermasalah bagi kita cukup banyak leverage buy out/LBO, pembelian, merger atau akuisisi dengan bank besar yang dibeli menggunakan aset seperti ini,” kata Miranda.

Ia menjelaskan, jika aset yang digunakan adalah aset yang terkait dengan ’subprime mortgage’ maka dipastikan produk derivatif yang terkait dengan hal itu akan terpengaruh. Sedangkan pelemahan rupiah yang saat ini terjadi, Miranda mengatakan BI akan tetap berada di pasar dan melihat kondisi yang terjadi.

“Kalau dilihat pelemahan rupiah karena indeks pasar saham. Itu bukan karena masalah fundamental di Indonesia, tapi justru karena investor yang dulu turun di pasar modal, SUN, dan SBI, sekarang membutuhkan dana karena mereka sedang kekurangan di luar negeri. Ini masalah likuiditas,’ katanya. ( ant )

 

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.