Thaksin Beli MC ?
15 Agustus 2007 | 14:59 WIB
Thaksin Shinawatra adalah Perdana Menteri Thailand yang digulingkan oleh junta militer dalam kudeta bulan September 2006. Dengan jaminan tidak akan diapa-apakan dia diundang oleh pemerintah Thai untuk kembali kenegerinya, tapi Thaksin menolak.
Dia masih berkelana di luar negeri, tinggal di London, berkunjung ke Hongkong, Singapura, Jakarta dll sambil menantikan saat yang tepat untuk balik ke Bangkok. Parpolnya yang pernah meraih kemenangan besar dalam Pemilu boleh sudah dibubarkan oleh junta militer, namun pengaruh politiknya masih besar. Di kalangan petani dan rakyat pedesaan Thaksin masih disanjung. Dan sudah barang tentu pengaruh ekonominya tak usah dipersoalkan, karena Thaksin yang keturunan Cina dari kota Chiang Mai, sebelum menjabat sebagai PM, adalah pengusaha yang kaya raya.
Tanggal 21 Juni 2007 Thaksin yang berada di London mengumumkan bahwa para direktur kelab sepakbola Manchester City (MC) telah merekomendasikan agar para pemegang saham MC menerima tawaran Thaksin untuk membeli kelab sepakbola MC.
Kelab Manchester City yang tidak sekaya kelab Manchester Union (MU) setuju dengan tawaran Thaksin sejumlah 162 juta dolar AS. Ini adalah usaha Thasin yang ketiga kali untuk membeli Tim Liga Pertama Inggeris, setelah sebelumnya gagal membeli kelab Liverpool dan Fulham.
Menurut kantor berita Amerika ’AP’ junta militer yang menggulingkan Thaksin mengatakan tidak akan menentang pengembalian MU oleh Thaksin. Jurubicara pemerintah Thai Kolonel Samsurn Kaewkemnurd bilang ’Thaksin masih punya banyak uang dan bisa bergerak ke mana-mana sambil mengadakan transaksi-transaksi besar seperti ini. Itu adalah urusan pribadinya. Kami tidak akan campur tangan’.
Thaksin memang punya hobi membeli kelab sepakbola. Rekomendasi oleh pimpinan kelab sepakbola MC tadi membuat Thaksin mungkin menjadi anggota suatu kumpulan pangusaha yang sedang bertumbuh dari Amerika Serikat, Rusin, Mesir dan Icoland yang mengambil oper pemilikan kelab-kelab sepakbola dari liga paling kaya di dunia.
Daya tarik persepakbolaan Inggeris didukung oleh suatu transaksi hak-hak televisi baru yang akan memasukkan penghasilan lebih dari 5.3 juta dolar AS selama tiga tahun dari musim panas tahun ini sampai tahun 2010. Terdapat 20 tim sepakbola dalam Liga dengan hak-hak yang sama terhadap pendapatan dari televisi.
Tiap kali tim turun bertanding di lapangan hijau, dan ditayangkan oleh televisi yang menyiarkannya ke seluruh dunia maka tiap kali pula stasiun TV membayar uang royality yang mengisi kantong bos pemilik tim sepakbola.
Junta militer telah bergorak dengan gesit untuk memisahkan Thaksin dari harta kekayaannya. Dua lusin rekening bank Thaksin telah dibekukan sejumlah lebih dari 1,6 juta militer dolar AS.
Akan tetapi pengumuman tentang usaha Thaksin membeli kelab sepakbola MC ditafsirkan oleh publik di Thailand bahwa pengusaha yang menjelma jadi politisi itu masih punya uang yang tak bisa dijangkau oleh junta militer.
Thaksin yang berasal dari kota Chiang Mai sebelah utara Thailand menjadi kaya dalam bisnis tehnologi. Usaha pertamanya yang sukses ialah pada tahun 1980an, ketika menjual komputer-komputer IBH kepada departemen kepolisian di mana Thaksin pernah bekerja sebagai pejabat.
Dia memperoleh sebagian besar dari kekayaannya, setelah mendapat izin pemerintah di bidang industri telekomuni-kasi, termasuk izin bagi suatu jaringan tilpon genggam (HP) persis di saat tehnologi tersebut menjadi populer.
Thaksin yang punya kharisma dan opini memperluas bisnisnya ke bidang satelit-satelit, maskapai penerbangan dan stasiun televisi, sebelum dia masuk gelanggang politik dalam tahun 1990an.
Tatkala Thaksin menjabat sebagai Perdana Menteri tahun 2001, dia bikin perubahan besar dalam politik Thai dengan menciptakan suatu platform bagi pemilih-pemilih pedesaan dan miskin di sebuah negeri di mana dua per tiga dari penduduk berdiam di luar kota-kota.
Selama berkuasa lima tahun dilukainya perasaan golongan eliter dengan sikap populismenya, dan ditiupnya kebakaran pemberontakan Muslim di Thailand selatan, dengan sikapnya yang keras dan tidak kenal kompromi.
Dan dia didakwa oleh kelompok-kelompok hak azasi manusia (HAM) telah menggalakkan pembunuhan-pembunuhan di luar hukum terhadap ribuan orang yang dicuragai adalah pedagang Narkoba.
Saat di digulingkan oleh kudeta militer bulan September yang lalu, Thaksin masih dikagumi oleh para petani dan buruh, tapi pada umumnya dibenci oleh golongan intelektuil dan elite yang punya duit.
Thaksin tampaknya tidak begitu terhalang oleh perasaan yang diutarakan oleh pengusaha Mesir Mohamed Al Fayed yang mebayar 30 juta poundsterling untuk membeli kelab Pulham. Al Fayed mengatakan telah mengenvestasi tujuh kali dari jumlah tadi untuk mempertahankan kelabnya dalam Liga Pertama. ’Kita semua sudah gila total, sebab kita tak bisa mendapat hasil kembalinya dari investasi’.
Namun orang-orang Amerika seperti keluarga Glazor yang memiliki kelab Mamchester Unieted, dan George Gillett serta Tom Hicks yang membeli kelab Liverpool tahun yang lalu melihat penghasilan balik melalui pemasaran kelab-kelab sepakbola. Pasar Asia di mana pasar televisi sedang tumbuh belah puluhan tahun lamanya terkunci ke dalam gaya sepakbola Inggeris.



Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.