Pilkada Gubsu 9 Bulan Lagi, Tentu Sudah Matang Persiapan : Harian Berita Sore

Pilkada Gubsu 9 Bulan Lagi, Tentu Sudah Matang Persiapan

15 Agustus 2007 | 14:58 WIB

Rapat pleno KPUD Sumatera Utara sudah menetapkan hari” H” pemilihan kepala daerah(Pilkada) Sumatera Utara,  9 April 2008. Jika dihitung hari dan bulannya sudah cukup matang untuk lahir, jika dilihat dari manusia dalam kandungan.

Apakah memang demikian kelahiran Gubsu mendatang ini? Tentunya tergantung kepada rakyat di Sumatera Utara, sejauh mana nanti memilihnya.

Pemilihan Gubernur Sumatera Utara selaku kepala daerah, kali ini baru pertama kali, rakyat langsung memilihnya. Sebelumnya dilakukan pemilihan bertingkat yakni rakyat lebih dulu memilih perwakilannya di DPRD dan mereka inilah yang memilih kepala daerah.

Sesuai dengan perubahan politik  setelah reformasi, kepala negara-wakilnya, kepala daerah dan wakilnya dipilih langsung oleh rakyat. Anggota DPR dan DPRD hanya menetapkan calon yang kemudian dipilih oleh rakyat secara langsung.

Dengan adanya pemilihan langsung ini maka rakyatlah yang menentukan pilihannya. Istilah pengaruh politik sudah mulai berkurang, tapi bukan hilang sama sekali. Bahkan sudah pula muncul yang jadi calon kepala daerah itu  boleh tanpa melalui partai politik.

Artinya calon independen boleh sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan pemerintah bersama DPR.  Tidak seperti dugaan orang  calon independen itu bebas tanpa persyaratan. Ternyata persyaratan untuk calon independen ini berat untuk dipenuhi.

Saya selaku rakyat biasa, memohon kepada partai politik agar memilih bakal calon yang cukup baik untuk jadi pemimpin di Sumatera Utara. Mengenal  Sumatera Utara, bukan sekadar anak daerah, tapi  jarang berada di derah ini. Ukuran adalah kejujuran berbuat dan berperilaku.

Bukan karena banyak uang dan dekat dengan pengurus daerah dan pusat. Jika memang calon independen, lihatlah diri anda, jangan karena ambisi  ingin berkuasa yang kemudian terjerumus kedalam jurang yang mempermalukan diri dan keluarga. Mengumpulkan foto kopy KTP boleh saja memakai uang dan foto kopy itu diberikan karena keluarga, kenalan dan uang. Penilayan jujur tidak tergambar.

Yang perlu diingat setelah duduk jadi Gubsu, anda adalah milik rakyat Sumtera Utara, milik  semua daerah. Bukan milik daerah tertentu, karena anda dipilih langsung oleh rakyat di daerah ini. Perlu diingat juga bagaimana di Aceh, demikian juga di DKI Jakarta. Koalisi partai itu seperti tidak menentukan. Yang lebih menentukan adalah figur yang ditampilkan sebagai bintang lapangan.

Kepada KPUD Sumut pun wajar diharapkan, agar cermat dalam menetapkan calon. Jujur menilai karena ini untuk kepentingan seluruh rakyat di daerah ini. Jauhkan neko-neko, karena itu tidak sesuai dengan sumpah jabatan dan ajaran agama.

Horas, semoga yang dilahirkan nanti adalah manusia yang berguna untuk pembangunan daerah dalam meningkatkan kehidupan rakyat. Bukan sekadar janji kampanye  elok di dengar, tapi kenyataan menyayat hati bagi rakyat kecil. [ Marihot Siagian di Glugur Medan ]

Comments

Got something to say?

You must be logged in to post a comment.