Sumut Sedot BBM Paling Banyak , Pertamina Setor Rp 340 M ke Kas Pemda
31 Juli 2007 | 16:03 WIB
MEDAN (Berita): Sumatera Utara merupakan wilayah dengan omset BBM tertinggi di wilayah UPms I Medan. Tahun 2006 lalu, volume penjualan premium, solar dan pertamax oleh Pertamina (Persero) di Sumut sebanyak 1,8 juta Kl.
“Dari Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB) yang dibayarkan Pertamina Unit Pemasaran I selaku wajib pungut ke Kas Pemda Sumut sebesar Rp344 miliar lebih,” kata General Manajer (GM) Pertamina Unit Pemasaran I Medan, Edwin Bakti saat audiensi dengan Gubsu Drs Rudolf M Pardede di kediaman Jalan Selamat Riyadi Medan kemarin.
Hingga Januari-Juni 2007 ini, Pertamina Upms I telah menyetor PBB-KB sebesar Rp18 miliar kepada Pemda Sumut. diprediksi setoran untuk tahun 2007 akan meningkat Rp15 miliar jika dibandingkan tahun 2006 lalu, kata Edwin .
Kabid Humas Pimpinan Pemprovsu Drs ML Tobing kepada wartawan menyampaikan, dalam audiensi itu, Edwin didampingi Manager Penjualan M Chabib dan Kepala PKBL Khaidar Aswan. Edwin pada kesempatan itu memperkenalkan dirinya sebagai GM yang baru yang telah dilantik pada tanggal 10 Juni lalu.
Menurut Edwin, Pertamina merupakan BUMN penyumbang deviden terbesar bagi negara. Pertamina juga merupakan salah satu pembayar pajak terbesar, baik kepada pemerintah pusat maupun kepada Pemda. Salah satu pajak yang dibayarkan kepada pemda adalah PBB-KB yang didasarkan pada UU No.34 tahun 2000 dan PP No 65 tahun 2001.
Jumlah pajak ini ditetapkan sebesar 5 persen dari harga jual bahan bakar. Oben pajak yang dikenai adalah baan bakar bensin (premium dan pertamax) dan solar, katanya
Dijelaskan, Unit Pemasaran I Medan memiliki tugas melakukan pemasaran produk BBM maupun non BBM di 5 provinsi wilayah Sumbagut. Kelima provinsi itu yakni, NAD, Sumut, Sumbar, Riau Daratan dan Kepulauan Riau (Kepri).
Kesediaan BBM untuk wilayah Sumbagut didukung adanya 18 depot/lokasi. Lima diantaranya berada di Sumut yakni, Instalasi Medan Group, Depot Pematangsiantar, Kisaran, Sibolga dan Depot Gunungsitoli. Sedangkan untuk pelayanan operasional didukung empat kantor cabang pemasaran yakni, Banda Aceh, Padang, Pekanbaru dan Batam.
Lebih lanjut dijelaskan, Pertamina Upms I juga telah menyalurkan dana program kemitraan kepada 3.170 mitra binaan. Dari jumlah itu, 2.389 berada di Sumut. Total dana kemitraan yang disalurkan pada tahun 1993-2007 telah lebih dari Rp64 mliar untuk UKM dan koperasi. Untuk tahun 2007 ini dana yang akan disalurkan untuk program kemitraan sebesar Rp3,8 miliar.
Pelayanan
Gubsu Drs Rudolf M Pardede mengharakan Pertamina agar lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan melakukan pendistribusian minyak tanah dan BBM lainnya serta membantu masyarakat yang tidak mampu dengan pola usaha kemitraan.
Masalah minyak tanah menurut Gubsu, harus diatur dengan baik pendistribusiannya agar tidak menimbulkan gejolak di tengah masyarakat. Selain itu, Pertamina juga diminta untuk melakukan pengawasan terhadap pengoplosan minyak yang bisa merugikan masyarakat.
Pada kesempatan itu, Gubsu juga mengingatkan Pertamina dengan masuknya Perusahaan-perusahaan asing ke Indonesia (era perdagangan bebas), untuk lebih melakukan peningkatan pelayanan. Jangan nantinya Pertamina ditingggalkan oleh konsumen dan beralih ke perusahaan asing.
“Jadi dalam hal ini, Pertamina harus berkompetisi dengan perusahaan asing agar tidak ditinggalkan oleh konsumen,” kata Gubsu yang dalam pertemuan itu didampingi Kadis Pertambangan dan Energi Provsu Ir Washington Tambunan. (lin)


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.