PM, Palestina: Aksi Perlawanan Adalah Hak Sah
31 Juli 2007 | 12:17 WIB
Kairo ( Berita ) : Perdana Menteri (PM) Palestina Salam Fayyad menegaskan bahwa perlawanan adalah “hak sah” setelah para pejuang mengecam penghilangan kata itu dari program kabinetnya, kata media pemerintah Mesir, Senin (30/07).
“Kami adalah satu negara yang diduduki dan perlawanan adalah hak sah dari rakyat Palestina,” kata kantor berita resmi MENA mengutip pernyataan Fayyad di Kairo Minggu petang.
Kelompok-kelompok garis keras Hamas dan Jihad Islam, Minggu mengecam Fayyad karena tidak menyebutkan perlawanan dalam program kabinetnya sebagai meninggalkan “induk dari semua prinsip rakyat Palestina, yang disetujui dan diakui oleh semua orang.”
Fayyad, seorang ahli ekonomi dan mantan karyawan Bank Dunia , diangkat untuk memimpin kabinet Palestina setelah gerakan Hamas menguasai Jalur Gaza dalam satu pengambilalihan berdarah 15 Juni.
Tapi walaupun Fayyad berulangkali menyatakan hak Palestina untuk melakukan perlawanan, ia juga mengatakanbahwa “apa yang terjadi di Gaza tidak bisa diterima karena itu adalah satu kudeta terhadap kekuasaan yang sah.”
Program kabinetnya, yang disiarkan akhir pekan lalutidak memuat kata “perlawanan” yang digunakan oleh Palestina untuk menyebut perjuangan bersenjata melawan pendudukan Israel.
Istilah itu masuk dalam programkabinet Palestina terdahulu yang dipimpinperdana menteri Ismail Haniya dari Hamas.
Naskah itu mengatakan bahwa di antara prioritas-prioritasutama pemerintah akan “berusaha mengakhiri pendudukan dan mewujudkan satu negara merdeka, dengan Jerusalem sebagai ibukotanya , di semua tanah yang diduduki tahun 1967. (ant/afp)


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.