Parpol Harus Lakukan ‘Talent Scouting’ Calon Pemimpin
31 Juli 2007 | 12:05 WIB
Bandarlampung ( Berita ) : Berkaitan kesempatan bagi calon independen dapat ikut dalam pemilihan kepala daerah, partai politik (parpol) diingatkan, tidak cukup hanya menerima pendaftaran dan pencalonan dalam pemilu kepala daerah seperti dilakukan selama ini tapi harus menjaring tokoh dan calon yang potensial.
Sejumlah kalangan di Bandarlampung, Senin (30/07), menanggapi peluang maju calon independen bersaing dengan calon kepala daerah dari parpol, umumnya mengharapkan parpol lebih jeli menjaring calon dan tidak lagi terjebak “sewa menyewa” perahu yang mengarah pada praktik politik uang.
“Sebaiknya memang parpol bisa menjaring atau melakukan ‘talent scouting’ calon pemimpin yang layak dimajukan, tidak sebatas menerima pengajuan calon atau lamaran calon saja,” kata Ketua KPUD Bandarlampung, Budi Harjo, di Bandarlampung, Senin.
Menurut Budi, upaya parpol menjalankan ‘talent scouting’ itu diharapkan dapat menghasilkan calon pemimpin yang berkualitas serta dikenal luas oleh publik, untuk mengimbangi adanya calon independen yang bisa mencalonkan diri tanpa harus melalui partai politik.
Tapi bagi pengamat politik dari FISIP Universitas Lampung (Unila), Drs Nanang Trenggo MSi, peluang bagi calon independen itu bukan semata diartikan “lonceng kematian” untuk parpol, justru menjadi peluang bagi terpenuhinya hak politik seluruh warganegara agar dapat mencalonkan diri sebagai pemimpin.
“Revisi ketentuan untuk memberikan kesempatan calon independen maju yang diputuskan MK merupakan penghargaan atas hak warganegara untuk bisa menjadi pemimpin tidak lagi dibatasi,” kata kandidat doktor di FISIP Unpad itu pula.
Kendati begitu, pengamat lain dari FISIP Unila, Drs Syarief Makhya MPP mengingatkan, walaupun peluang bagi calon independen terbuka bukan berarti semua orang bisa melakukannya.
Menurut Syarief, tetap saja mereka yang bisa maju mencalonkan diri secara perseorangan adalah tokoh yang memiliki jaringan dan basis massa yang kuat serta ditopang kesiapan logistik dan finansial yang baik.
“Mereka yang bisa menggunakan pintu calon independen itu terbatas pada kalangan pengusaha, mantan birokrat atau pejabat, tokoh agama dan pimpinan organisasi massa maupun tokoh politik, tidak berbeda dengan pencalonan melalui parpol selama ini,” jelas Syarief pula.
Walaupun demikian, sejumlah tokoh di Lampung –termasuk yang disebut-sebut layak maju mencalonkan diri secara perseorangan dalam pemilu kepala daerah– tetap mengharapkan peluang bagi munculnya calon independen itu benar-benar dapat diakomodasi dan tidak dihambat dengan alasan politis lagi.
Mereka mengharapkan, dengan makin banyak calon kepala daerah akan memberikan peluang bagi masyarakat pemilih benar-benar bisa memilih yang terbaik diantara mereka. (ant)


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.