Liga Arab Desak Bulgaria Hormati Kesepakatan Dengan Libya
31 Juli 2007 | 12:19 WIB
Kairo ( Berita ) : Liga Arab, Senin (30/07), mendesak Bulgaria agar menghormati kesepakatan dengan Libya, setelah negara Eropa itu membebaskan enam staf medis yang dipenjarakan oleh Libya karena menulari ratusan anak dengan virus HIV.
Libya, Sabtu, menyeru anggota lain Liga Arab agar mengkaji hubungan mereka dengan Bulgaria karena negara Eropa tersebut mengampuni dan membebaskan tenaga medis itu setelah mereka tiba di sana, langkah yang dikatakannya melanggar kesepakatan bilateral.
Menteri luar negeri Arab menuntut pemerintah Bulgaria “agar menghormati janji dan komitmennya berdasarkan kesepakatan kehakiman antara kedua negara”, kata Abderraouf Basti, pemimpin delegasi Tunisia, saat membacakan komunike akhir pertemuan menteri luar negeri Arab.
Para menteri tersebut juga menyampaikan penyesalan mereka bahwa tragedi kemanusiaan semacam itu yang tak boleh terulang dan yang pelakunya harus dihukum dipolitisir.
Liga Arab juga menyampaikan simpati bagi anak-anak Libya tersebut dan mengingatkan Bulgaria agar mematuhi kesepakatannya dengan Libya, sementara sekretaris jenderal Liga Arab mengatakan ia akan mengikuti perkembangan situasi itu.
Libya telah mengubah hukuman mati atas lima perawat Bulgaria dan seorang dokter Palestina menjadi hukuman penjara seumur hidup setelah, masing-masing, keluarga korban menerima penggantian sebesar 1 juta dolar AS, dalam penyelesaian yang didanai oleh satu dana internasional.
Dalam kesepakatan selanjutnya, Uni Eropa menjanjikan hubungan lebih erat dengan Libya sebagai imbalan bagi penahanan kelima perawat berkebangsaan Bulgaria dan seorang dokter Palestina, yang diterbangkan ke Bulgaria pekan ini dan segera diampuni serta dibebaskan oleh presiden negeri tersebut.
Para pejabat Bulgaria mengatakan “pengampunan itu sah”.(ant/rtr)


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.