Laut Indonesia Serap 43,6 Persen Karbon Dioksida Dunia
31 Juli 2007 | 16:08 WIB
Jakarta ( Berita ) : Laut Indonesia, dengan panjang terumbu karang mencapai 75.000 kilometer persegi serta 6,7 juta hektar lahan konservasi, berkontribusi menyerap 43,6 persen karbon dioksida (CO2) dunia.
“Sepanjang 75 ribu kilometer persegi karang yang ada di Indonesia, termasuk area-area konservasi di Indonesia turut berperan dalam mengurangi CO2,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Freddy Numberi, pada pembukaan seminar memperingati 50 tahun Deklarasi Djoeanda, di Bidakara, Jakarta, Selasa [31/07].
Dia mengatakan kerjasama yang penyelamatan terumbu karang di kawasan Pasifik telah mampu mengkonservasi delapan juta hektar, dimana 6,7 juta hektar lahan merupakan lahan Indonesia.
Target Indonesia pada tahun 2010 nanti mampu mengkonservasi 10 juta hektar terumbu karang, dan pada 2020 diharapkan telah mencapai 20 juta hektar, ujar dia.
“Kalau kita bisa siapkan 50 juta hektar kawasan konservasi di laut, kita bisa membantu dalam rangka penyelamatn bumi untuk kawasan Asia Pasifik,” ujar dia.
Momentum konfrensi mengenai ‘clime exchange’ di Bali pada Desember 2007, menurut Freddy, akan digunakan untuk menyampaikan kontribusi yang telah dilakukan Indonesia dalam mengurangi CO2.
Karena itu, Freddy mengatakan, Indonesia sangat berkepentingan untuk meminta perubahan mekanisme ‘carbon rate’ yang ada, yakni mekanisme bantuan yang diterima Indonesia dapat dirubah menjadi hibah.
Saat ini Indonesia diberikan pinjaman untuk melakukan konservasi sebesar 60 juta AS dolar untuk tiga tahun, padahal keberhasilan penyerapan karbon dioksida di kawasan Indonesia menyumbang 43,6 persen penyerapan karbon.
“Diharap negara yang berkontribusi dari laut untuk konservasi ini diberi hibah bukan pinjaman. Begitu pula dengan negara lain yang melakukannya,” ujar dia. ( ant )


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.