Gubsu: Tahun 2009 Tak Ada Lagi Sekolah Bocor
31 Juli 2007 | 16:13 WIB
Gubsu Drs Rudolf M Pardede foto bersama anak-anak TK, SD, SMP dan guru pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Propsu 2007 di taman bermain Fun Land, Citra Garden, Padangbulan Medan Selasa (31/07) siang. [ Berita Sore/Laswiyati Wakid ]
Medan ( Berita ) : Selamat pagi, Pak Gubernur. Pak Gubernur bisa nyanyi?’ tanya Dafa, siswi TK Harapan I Medan kepada Gubsu Drs Rudolf M Pardede.
’Tidak begitu bisa,’ kata Gubsu tersenyum didampingi isteri, Ny Vera Rudolf Pardede.’ Lagu apa yang bisa bapak nyanyikan?’ sambut Dafa lagi. ’Lagu Potong Bebek Angsa,’ kata Gubsu. Lalu Gubsu menyanyikan lagu ’Potong Bebek Angsa’ dengan nada pas di hadapan 1.500 lebih anak Sumatera Utara.Dialog itu turut memeriahkan agenda acara peringatan Hari Anak Nasional tingkat Propinsi Sumut tahun 2007 di Citra Garden, Padangbulan Medan Selasa (31/7) siang tadi.
Hadir di sana 1.500 anak lebih dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, panti sosial, anak jalanan hingga anak cacat, Wakil Ketua DPRD Sumut Drs Japorman Saragih dan Kabid Humas Pimpinan Propsu Drs ML Tobing.
Ketua panitia Kabiro Binsos Setda Propsu Drs H Daudsyah,MM menyebut peringatan HAN tahun ini berlokasi di Fun Land Citra Garden, jadi setelah mengikuti acara, anak-anak dapat bermain sepuasnya di sana.
Sebab lokasi Fun Land itu dilengkapi dengan aneka bermain anak-anak seperti kuda pusing, melihat dinosaurus palsu dan sebagainya. Anak-anak itu tidak hanya dari Medan, melainkan juga ada dari Kabupaten Deliserdang.
Dafa juga menanyakan kenapa listrik PLN sering mati. Gubsu menjawabnya dengan singkat bahwa Pemerintah Propinsi Sumut juga sudah turun tangan. Hasilnya, PT Inalum sudah memberikan 90 MW ke PLN Sumut. Jadi kalau selama ini mati listrik 3×4 jam, sekarang kan tidak lagi.
Ada juga yang menanyakan masalah gedung sekolah yang atapnya sudah bocor. Gubsu mengatakan anggaran untuk perbaikan sekolah sudah ada yakni mencapai Rp1,5 triliun-1,6 triliun. Dana ini 50 persen berasal dari pemerintah pusat, 30 persen pemerindah daerah dan 20 persen pemerintah kabupaten/kota.
’Tahun 2009 tak ada lagi sekolah yang bocor karena anggarannya sudah disediakan, cuma pelaksanaannya memang secara bertahap, tidak bisa sekaligus,’ papar Gubsu.
Nanda Siregar dari SMP Negeri 27 Medan menanyakan banyaknya sekolah yang berada di lingkungan permainan bilyard dan banyak teman-temannya yang putus sekolah akibat ketiadaan biaya.
Gubsu mengatakan di dunia ini ada dua yakni hitam dan putih. Jadi gangguan itu memang tidak berkesudahan. Walaupun ada permainan bilyard didekat sekolah, sebaiknya para murid jangan memperhatikan itu.
Kuatkan iman, sebab gangguan di mana saja ada, termasuk di dekat kita. Kalau ada dompet jatuh misalnya, lantas hati kita berkecamuk, diambil tidak ya. Kalau iman kuat, ya jangan diambil. Begitu pula dengan lokasi bilyard di sekolah, ya jangan didatangi tempat itu. ’Sama juga jika ada yang menawarkan Narkoba, kita harus siap melawannya,’ kata Gubsu.
Sedangkan soal anak putus sekolah, Gubsu mengatakan cara mengatasinya sudah disiapkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Jadi anak-anak yang tidak ada biaya bisa tetap sekolah dengan adanya dana BOS.
’Kita juga sangat sedih melihat ini, jadi tolonglah pihak swasta juga dapat membantunya,’ pinta Gubsu.
Nirmala dari SMAN 3 Medan menanyakan soal pornografi dan pornoaksi dan bagaimana menyukseskan wajib belajar 9 tahun. Untuk pornografi dan pornoaksi, Ny Vera Rudolf Pardede yang menjawabnya. Ny Vera menyebut sejak dini harus terus mempertebal iman. Ibu-ibu, termasuk ibu guru harus menerangkan hal sebenarnya kepada siswa. Cuma kalau ada hal seperti itu, kita harus berani memalingkan muka.
’Perkuatlah iman. Seandainya melihat itu, lebih baiklah bermain ke daerah lain saja dan langsung palingkan wajah,’ papar Ny Vera.
Akan halnya masalah pendidikan, menurut Gubsu, Propsu sudah membuat bebas sekolah 9 tahun. Tahun 2009 bagaimana bebas uang sekolah 12 tahun. Sekarang untuk wajib belajar 9 tahun, sudah hampir 97 persen bebas uang sekolah.
Peringatan HAN ini tujuannya, kata Gubsu, untuk meningkatkan kesadaran orangtua, keluarga, masyarakat dan dunia usaha akan hak setiap anak Indonesia yang hidup sehat, berkembang secara optimal serta terlindungi dari diskriminasi dan tindak kekerasan.
Secara khusus tujuan HAN antara lain tersebarnya informasi tentang hak anak-anak, meningkatkan kepedulian berbagai pihak dalam memenuhi hak-hak anak. Terselenggaranya perlbagai layanan kesehatan, pendidikan, perlindungan, partisipasi anak dalam rangka pemenuhan hak anak-anak.
HAN 2007 yang bertema ;Saya anak Indonesia sejati, mandiri dan kreatif;, memberikan makna agar tumbuhnya rasa kebanggaan anak Indonesia terhadap bangsa, budaya, bahasa, tanah air Indonesia.
Sub tema ’tumbuhku sehat, jiwaku kuat, siap menjadi pemimpin masa depan!’ yang bermakna meningkatkan sekaligus mengajak seluruh komponen bangsa yakni orangtua/dunia usaha, pemerintah dan negara untuk melaksanakan kewajiban dan tanggung jawabnya sebagaimana yang telah ditetapkan dalam UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.
Menurut Gubsu, pada hakekatnya HAN adalah hasri yang penuh makna dan menjadi milik semua anak Indonesia baik yang berada di desa, kota, seluruh pelosok tanah air maupun luar negeri.
Melalui HAN, tambah Gubsu, setiap anak Indonesia memiliki kesempatan seluas-luasnya untuk berkreasi dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan positip guna pengembangan kepribadiannya. (wie)


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.