BMG Ingatkan Puting Beliung Hingga Agustus
31 Juli 2007 | 16:08 WIB
MEDAN (Berita): Musim hujan akan terus berlanjut hingga Agustus mendatang. Ini terjadi karena adanya gangguan angin di laut Cina Selatan sehingga menyebab-kan pertemuan arus angin di atas pulau Sumatera sehingga menyebabkan hujan berlanjut terus di Sumatera.
’Hujan akan terus berlanjut di Agustus ini walaupun Agustus seharusnya belum memasuki musim hujan,’ ujar Kepala Kelompok Analisa dan Prakiraan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Kelas I Polonia, Hartanto yang pagi tadi, Selasa[31/07].
Menurut Hartanto, akibat adanya gangguan angin di Laut Cina Selatan tersebut, wilayah Sumut juga mendapat ’jatah’ hujan berlanjut. Ganguan angin di Laut Cina Selatan tersebut terjadi sejak sepekan terakhir kemarin dan ganguan angin di Laut Cina Selatan tersebut masih berlanjut hingga Agustus.
’Seharusnya cuaca yang terjadi di Juli adalah angin musim Barat Daya datang dari tekanan tinggi Australia menuju tekanan rendah Asia sehingga Juli adalah cuaca puncak panas setiap tahunnya. Tapi gangguan itu menyebabkan terambatnya angin sehingga terjadi perubahan cuaca menyebabkan hujan rutin bahkan terjadinya badai di Juli,’ kata Hartanto.
Selain wilayah Sumut, wilayah Sumatera lainya akan berlanjut hujan hingga Agustus. Kondisi ini dikhawatirkan akan terjadi banjir di wilayah Sumatera, khususnya banjir kiriman dari daerah hulu menuju daerah hilir masing-masing wilayah Sumatera. Hujan yang berlanjut pada Agustus tersebut diperkuat karena pada Agustus merupakan bulan peralihan musim karena pada Septembernya, Oktober dan Desember sudah memasuki musim hujan. ’Peralihan musim di Agustus ini dengan model paginya terjadi panas dan sorenya turun hujan.
Ditambah lagi adanya gangguan angin di Laut Cina Selatan sehingga nanti lebih banyak hujan dibanding panas,’ bilang Hartanto.
Sedangkan hujan yang turun dengan intensitas sedang berkekuatan 25-50 mm. Sedangkan hujan ekstrim bekekuatan diatas 50 mm. Faktor gangguan angin di Luat Cina Selatan yang memasuki peralihan musim di Agustus ini sangat berpeluang besar terjadinya angin puting beliung di beberapa wilayah Sumut.
Kondisi tersebut juga menyebabkan ekstrim di daerah Pantai Barat dan Selat Malaka yakni ombak tinggi setinggi 2-3 meter tetap akan terjadi. Namun ombak tinggi tersebut tejadi pada malam hari saat nelayan hendak melaut. Sebab, pada malam harilah terjadi pertumbuhan awan.
’Nelayan kapal kecil harus berhati-hati melaut di Pantai Barat dan Selat Malaka. Begitu juga bagi penduduk yang tinggal di daerah pinggiran sungai harus waspada banjir kiriman,’ kata Hartanto.(yun)


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.