Tembakan Senjata Air Mata Ketika Rakyat Irak Rayakan Kemenangan Tim Sepakbola

Baghdad, ( Berita ) :  Rakyat Irak menikmati perayaan jalanan terbesar sejak jatuhnya Saddam Hussein setelah tim sepakbola mereka memenangkan Piala Asia Minggu, momen kegembiraan dan persatuan yang jarang terjadi dalam empat tahun perselisihan tanpa henti.

“Perasaan sakit terhenti,” kata Menteri Olahraga Jassim Mohammad Jaffar setelah Irak mengalahkan Arab Saudi 1-0 di Jakarta. Tembakan senjata perayaan meraung di seantero Baghdad pada saat bunyi peluit terakhir karena masyarakat Irak mengabaikan perintah pemimpin keamanan dan agama untuk tidak menembak ke udara.

Pihak berwenang telah menerapkan jam malam kendaraan dan pasukan keamanan bersiaga setelah 50 orang tewas akibat serangan bunuh diri terhadap pecinta sepakbola setelah kemenangan Irak dalam pertandingan semi final Rabu. Tim itu mengenakan pita lengan hitam untuk memperingati mereka yang tewas tersebut.

Tidak ada laporan mengenai kekerasan besar yang ditujukan pada fans setelah final meskipun enam orang tewas ketika rentetan mortir menghantam sebuah rumah di Balad, 80 Km di utara Baghdad, kata polisi.

Brigadir Jenderal Qassim Moussawi, jurubicara kepala militer Irak di Baghdad, mengatakan pasukan keamanan telah menewaskan yang diduga seorang gerilyawan dan menjinakkan sebuah bom mobil di distrik Saidiya di Baghdad selatan segera setelah pertandingan.

Perayaan secara spontan meletus di Baghdad yang campuran secara agama dan juga di Basrah dan kota suci Syiah Najaf di selatan serta di kota seperti Arbil dan Kirkuk di utara.

Fans sepakbola  berteriak dan menari di jalanan, melambaikan kemeja mereka di udara dan berpelukan. Tentara dengan senapan mereka digendong ke atas bahu mereka menari dengan warga Irak biasa di Baghdad sementara anak-anak, wajah mereka dicat dalam warna Irak, memegang foto pahlawan mereka.

“Saya bersumpah mereka itu pahlawan. Ini momen yang membanggakan bagi semua orang Irak,” seorang pecinta sepabkola di distrik Karrada, Baghdad.

Sementera sebagian besar terdiri dari orang Syiah, tim itu dipimpin oleh seorang Turkman Sunni dari Kirkuk — pahlawan pemasuk gol Younis Mahmoud — dan juga dikapteni pemain Kurdi dan Arab Sunni sebagai perwakilan luas masyarakat Irak.

PM Nuri al-Maliki, yang menyaksikan pertandingan di sebuah kursi yang dicat-emas di kantornya, dengan cepat mengeluarkan pernyataan yang memuji kemenangan tim itu. Maliki akan memberikan penyambutan hangat pada kepulangan mereka ke Irak, kata beberapa pejabat.

 

Seribu ucapan selamat

Di Kota Sadr, kawasan kumuh dan miskin Syiah di Baghdad, wanita melemparkan gula-gula ke fans yang berkumpul dan mengalirkan air pada kerumunan massa dalam panasnya musim panas yang terik sekali itu. “Seribu ucapan selamat bagi semua rakyat Irak,” seorang pecinta sepakbola lainnya mengatakan.

Presenter televisi, yang terbungkus dalam bendera Irak warna merah, putih dan hitam, larut ke dalam tangisan. Seorang wartawan televisi Irak hilang oleh kerumunan di Baghdad dan muncul lagi di bahu fans yang bernyanyi.

CNN menghentikan program biasa untuk mengumumkan kemenangan itu dan militer AS mengucapkan selamat pada tim.

Jam malam kendaraan mulai di Baghdad pada pukul 16 waktu setempat dan satu jam sebelum pertandingan dimulai, dan berlangsung hingga Senin pukul 6 waktu setempat.

Larangan yang sama diterapkan di Kirkuk, Najaf dan Karbala yang bergolak, tempat pihak yang berwenang mengatakan mereka telah menerima data intelijen mengenai kemungkinan serangan bom mobil.

Pasukan keamanan Irak telah menahan dua pria dalam sebuah mobil yang dimuati dengan bahan peledak di Baghdad timur tidak lama sebelum pertandingan mulai, kata polisi. Mereka dituduh berusaha untuk menyerang fans sepakbola.

Ulama Syiah terkemuka Irak, Ayatullah Ali al-Sistani, telah mengeluarkan fatwa sebelum pertandingan untuk tidak menembakkan senjata ke udara, perayaan tradisional kesukuan. Dua orang telah tewas akibat peluru yang jatuh Rabu. ( ant/rtr )

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.