Sejumlah Cabang PLN Alami Penyusutan Di Atas 15 Persen
Denpasar ( Berita ) : Sejumlah cabang dari 121 PT Distribusi PLN di Indonesia hingga kini masih memegang bendera merah dan hitam, akibat belum berhasil dalam menangani penyusutan dalam penyaluran energi listrik.
“Bendera hitam yang berarti penyusutan energi listrik dari jaringan ke konsumen di atas 15 persen dan bendera merah penyusutannya berkisar 12-15 persen,” kata Direktur Transmisi dan distribusi PT PLN, Herman Darnel Ibrahim pada rapat kerja I-2007 di jajaran PT PLN distribusi Bali di Denpasar Senin [30/07].
Ia mengatakan, cabang yang berhasil menekan angka penyusutan di bawah lima persen mendapat bendera warna planton yang berarti meraih satu prestasi yang harus dapat dipelihara dan dipertahankan.
Bendera emas dengan tingkat penyusutan 5-7 persen, bendera hijau 7-9 persen dan bendera kuning penyusutan mencapai 9-12 persen dari total energi listrik yang disalurkan.
“Secara teknis memang tidak ada ketentuan berapa persen tingkat penyusutan, namun semakin rendah kemampuan menekan kehilangan energi dalam penyaluran berarti kerugian semakin kecil,” ujar Herman Darnel Ibrahim.
Ia menyambut baik upaya dan kerja keras jajaran PT PLN Distribusi Bali yang dinilai cukup berhasil dalam menekan angka penyusutan. Dari 12 areal pelayanan PT PLN, sembilan diantaranya menerima bendera hijau dengan tingkat penyusutan 7-9 persen, AP Kuta meraih bendera plantun yakni penyusutan kurang dari lima persen, AP Singaraja dengan bendera emas (5-7 persen) dan AP Denpasar bendera Kuning dengan penyusutan 9-12 persen.
Jajaran PT PLN Distribusi Bali masih harus bekerja keras untuk menurunkan tingkat penyusutan sebesar 0,07 persen dari selama ini rata-rata 7,53 persen menjadi 7,46 persen pada akhir tahun 2007.
Meskipun upaya menekan penyusutan itu relatif kecil, namun cukup berat, karena makin kecil tingkat penyusutan semakin sulit untuk mengendalikannya. Herman Darnel Ibrahim menjelaskan, secara teknis dalam penyaluran energi listrik dari pusat-pusat pembangkit hingga ke konsumen harus terjadi penyusutan dan sebagian besar cabang di Indonesia masih harus bekerja keras untuk menekan sekecil mungkin tingkat penyusutan.
Manager PLN Distribusi Bali Budiman Bachrulhayat menjelaskan, pihaknya selama empat tahun periode 2003-2006 berhasil menekan angka penyusutan itu sebesar 4,61 persen. Upaya itu mampu memberikan dampak positif terhadap pemasukan dan pendapatan perusahaan.
Penyusutan itu awalnya sebesar 12,14 persen tahun 2003 berhasil ditekan menjadi 9,72 persen tahun 2004, dikurangi lagi menjadi 8,61 persen 2005. Sedangkan akhir 2006 penyusutan itu tercatat 7,53 persen dari seluruh energi listrik yang dialirkan ke konsumen yang setiap bulannya berpenghasilan sekitar Rp 120 miliar.
Dengan demikian penyusutan secara teknis itu setiap bulannya menimbulkan kerugian tidak kurang dari Rp 8 miliar atau 7,53 persen dari seluruh penyaluran energi listrik ke konsumen.
Berbagai upaya dan kerja keras dari seluruh jajaran PLN Bali selama ini dinilai cukup berhasil menurunkan tingkat penyusutan energi listrik, yang pada gilirannya berpengaruh tingkat pendapatan. Kesadaran masyarakat yang cukup tinggi itu berkat pembinaan yang dilakukan oleh tim khusus, termasuk melakukan penagihan susulan terhadap pengguna pencuri tenaga listrik (P2TL).
Operasi juga menurunkan tim sergap di luar jam kerja menyasar seluruh pelanggan dan pernah menemukan penggunaan listrik yang tidak resmi, dan mereka harus memenuhi kewajibannya serta tambahan sanksi, bahkan ada kasusnya diselesaikan secara hukum.
Melalui berbagai upaya itu kini tidak ditemukan lagi kasus-kasus pencurian energi listrik. Peranserta masyarakat yang demikian itu diharapkan dapat dipertahankan, harap Budiman Bachrulhayat. ( ant )