Polwan Malaysia Disiksa : Harian Berita Sore

Polwan Malaysia Disiksa

30 Juli 2007 | 16:06 WIB

MASIH ingatkah anda kisah dalam kolom ini beberapa waktu yang lalu tentang pembunuhan seorang perempuan Mongolia berusia 28 tahun Shaaribuu yang dibunuh bulan Oktober 2006 ini di hutan dekat Kuala Lumpur? Masih ingat dalam pembunuhan misterius itu terlibat seorang pejabat Malaysia yang menjadi tangan kanan Wakil PM Najib Razak?

Nah, bacalah kelanjutan berita itu di mana terungkap hal-hal yang tak disangka-sangka, setelah ketahuan keterangan saksi-saksi di sidang pengadilan. Wartawan Thomas Fuller dari International Herald Tribune (11-7-2007) memberitakan dari Kuala Lumpur, bahwa setelah tiga setengah minggu didengarkan keterangan para saksi, maka penyingkapan paling mengherankan bukanlah yang langsung terkait dengan kesalahan atau keadaan tidak bersalah dari terdakwa, kata para pengamat pengdilan dan pengacara.

Warisan langgeng dari perkara Altantuya Shaaribuu mungkin adalah jendela yang dibukakannya terhadap cara bekerja internal pihak polisi dan perlakuan istimewa yang diberikan kepada beberapa anggota dari elite politik Malaysia. Seorang polisi wanita (Polwan) memberikan kesaksian dan dia mengklaim telah disika oleh para penyidik (interogator) polisi yakni rekan-rekannya sendiri. Seorang saksi Mongolia memberikan kesaksian bahwa surat-surat keterangan imigrasinya bersama dengan temannya Shaari-buu telah hilang secara misterius dan mengakibatkan spekulasi mengenai siapa gerangan, jika ada, yang mem-punyai kuasa untuk menghilangkannya.

Wakil kepala dari Regu Tindakan Khusus yang ditugaskan untuk melawan kejahatan yang terorganisir, maupun untuk melindungi para pemimpin negeri mengungkapkan dokumentasi surat-surat keterangan yang acak-acakan mengenai bahan ledakan yang digunakan dalam latihan-latihan, menyebabkan banyak orang menarik kesimpulan bahwa beberapa dari bahan peledakan itu mungkin telah digunakan dalam membunuh Shaaribuu. Kedua pasukan khusus yang didakwa melakukan pembunuhan Shaaribuu adalah anggota dari Special Action Squad.

’Ia telah mengungkapkan beberapa hal yang tiap orang menganggapnya mengejutkan pikiran’ ujar Lim Kit Siang, pemimpin oposisi di parlemen mengenai sidang pengadilan itu.

Para jaksa penuntut mengklaim bahwa Shaaribuu dibunuh di hutan di luar Kuala Lumpur tanggal 19 Oktober 2006. Sebab kematian, kata mereka, mungkin adalah ’luka-luka peledakan’ yang dikatakan dengan cara lain, Shaaribuu mungkin telah diledakkan seraya masih bernyawa.

Para pengacara pemerintah mengatakan sandal bernoda darah ditemukan di mobil Kopral Sirul Azhar Umar, salah satu dari pasukan khusus dan bahwa darah itu darah Shaaribuu.

Sepucuk surat yang disita dari kantor anggota pasukan istimewa lain Inspektur Kepala Azilan Hadri berisi catatan alamat Shaaribuu, nomor tilpon. Abdul Razak Baginda, seorang pembantu Wakil PM Najib Razak telah didakwa bersekongkol dalam pembunuhan Shaaribuu yang adalah pacarnya dan bertemu mesra gelap dengannya di Hongkong, Shanghai dan Singapura.

Pada permukaan tampaknya perkara itu jelas yaitu perselisihan dua orang berpacaran mengenai soal uang. Para saksi mengatakan di pengadilan bahwa Shaaribuu menuntut $ 500.000 dari Abdul Razak dan datang ke Malaysia dari Mongolia untuk mengambilnya.

Sebuah pertanyaan kunci yang tidak berjawab ialah kenapa Shaaribuu berpikir bahwa Abdul Razak, kepala organisasi riset yang terkait dengan Wakil PM, mampu memberikan kepadanya jumlah setengah juta dolar AS.

Abdul Razak dalam pemeriksaan pendahuluan telah mengaku membe-rikan kepada Shaaribuu puluhan ribu dolar.

Hilangnya surat keterangan imigrasi yang bisa menghapus bukti bahwa Shaaribuu telah tiba di Malaysia juga merupakan teka teki dan hal itu tidak dijawab oleh departemen imigrasi. Bankara Nair seorang pengacara yang tidak terlibat dalam sidang pengadilan berkata ’Hanya orang-orang tertentu yang tinggi kedudukannya bisa menghilangkan keterangan seseorang dari imigrasi. Mereka tidak menjelaskan soal itu’.

Pertanyaan pula ialah sebuah foto yang disebutkan, tapi tidak ditunjukkan dalam sidang pengadilan. Seorang saksi mengatakan melihat foto Abdul Razak, Shaaribuu dan seorang pejabat pemerintah. Waktu ditanya nama pejabat itu, saksi itu menjawab ’Najib Razak’, rupanya mengunjuk kepada Wakil PM Najib Razak. Pembantu-pembantu Najib menyangkul bahwa politikus nomor dua dari Malaysia pernah ketemu dengan Shaaribuu.

Tapi yang paling banyak menarik perhatian adalah kesaksikan mengenai cara-cara interogasi polisi dan mengenai Special Action Squad yang khusus dan bersifat rahasia itu.

Master Mohammad Arif, deputi komandan Squad mengatakan kepada sidang bahwa orang-orangnya telah dilatih untuk tidak pernah mempertanyakan perintah-perintah kepada mereka. Kesaksian ini sangat mengganggu pikiran publik dalam kaitan dengan keterangan tertulis oleh Abdul Razak bahwa salah seorang anggota pasukan khusus itu sesumber telah membunuh sendiri ’antara 6 dan 10 orang’.

Polwan Rohaniza Roslan memberikan kesaksian bahwa dia telah ’disiksa dan dibujuk’ oleh para investigator polisi. Rohaniza menyaksikan penculikan Shaaribuu. Tapi keterangan yang diberikannya di sidang sangat berbeda dengan statement yang direkam bulan November yang lalu, khususnya mengenai siapa yang berada dalam mobil dengan wanita Mongolia tatkala dia diculik.

Ditanya tentang perbedaan tadi, Rohaniza ambruk dan bilang dia telah dipaksa menandatangani suatu statement oleh polisi. Dia setuju apa saja yang dikatakan oleh polisi padanya.

Comments

Got something to say?

You must be logged in to post a comment.

abilify price buy accutane online buy cheapest aciphex buy generic acomplia actonel product buy actos buy online aleve allegra information alli pills altace 5mg order antibiotics online buy online aricept order arimidex buy ashwagandha astelin side effects atacand generic atarax augmentin side effects avandia drug side effects buy online avapro avodart hair loss bactrim dosage cheap benadryl benicar hct generic buy biaxin buspar dosage buy cardizem cheapest celebrex price cephalexin uses cialis in uk online buy cipro + overnite shipping cla for weight loss allegra vs clarinex claritin price clomid prices clonidine sales colchicine coreg cr order coumadin cozaar and libido top rated creatine crestor generics purchase cymbalta depakote dosage diclofenac gel cheap online differin cheap diflucan online diovan dosage doxycycline uses side effects effexor order flagyl without a per flomax 8mg buy generic glucophage hair loss women hangover tips hoodia diet max lamictal dosage lamisil product lasix san diego on line levaquin levitra 20mg withdrawal from lexapro lipitor shipping ups lisinopril and grapefruit juice melatonin glutathione sleep micardis impotence order mobic motrin neurontin for sciatica order nexium nizoral hair loss Nolvadex Gynecomastia Louisiana omnicef 300 paxil alternatives penis extender vaccume phentermine cheap Plan B pill official website plavix asa Purchase Pravachol Pharmacy prednisone disc premarin horses otc prevacid prometrium in pregnancy propecia for hair loss afef tronchetti provera prozac for life order reglan online risperdal tricks for using rogaine Drug Seroquel singulair side effects Skelaxin + urine toxicology stop smoking clinic strattera australia stress headache relief will synthroid give me more energy topamax and pregnancy TOPROL XL pain relief shot of toradol Tramadol 180 reversing side effects of tricor trileptal indications Ultracet a Narcotic Drug valtrex contraindications interactions natural viagra VOLTAREN vytorin avm rapid weight loss cymbalta and wellbutrin passion rx yohimbe Natural Remedies Zantac Zetia Study order zithromax order zoloft Acyclovir Zovirax Generic Zyban Without A Prescription zyprexa class action online zyrtec What Is Zyvox Used for