Korupsi Diberantas Dari Atas, Atasan Mana Yang Memulai ? : Harian Berita Sore

Korupsi Diberantas Dari Atas, Atasan Mana Yang Memulai ?

30 Juli 2007 | 16:05 WIB

Menteri Senior dari Singapura Lee Kwan Yew mengatakan di Jakarta untuk memberantas korupsi secara efektif harus dimulai dari atas.  Satu sebab jika atasan tidak setuju korupsi bawahan akan takut melakukan korupsi. Demikian berita di surat kabar terbitan Medan.

Membaca berita ini saya selaku rakyat penduduk Medan, teringat kepada penjelasan  Ali al Alatas  seorang sosiolog dari Singapura yang diundang pemerintah Indonesia ke Jakarta, yang mengatakan harus dilakukan pembuktian terbalik atas harta kekayaan seorang pejabat.

Maksudnya dari mana asal usul harta itu, harus dibuktikan pemiliknya. Pemerintah Indonesia tidak mau merespon pendapat itu bahkan terjadi debat kusir yang tidak berkesudahan sampai sekarang. Banyak tidak setuju, terlebih pejabat negara. Pemerintah Singapura menerapkan cara ini, berhasil memberantas korupsi.

Demikian juga  mengenai pemberantasan korupsi harus dimulai dari atas, sudah merupakan pendapat lama yang tidak mau diterapkan oleh pemerintah Indonesia.

Negara besar dan maju sudah berhasil setelah menerapkan sikap itu termasuk Singapura. Tapi di Indonesia, tau ilmu membuat baik, tapi pejabatnya tidak mau menerapkannya. Mengapa? Karena korupsi itu tidak diberantas, hanya perlu diributkan. agar rakyat tidak terlalu benci pada pejabat yang  menyelewengkan uang negara.

Korupsi atau katakanlah menyelewengkan uang negara, cara tersingkap bagi pejabat untuk memperkaya diri. Banyak pejabat yang hendak mengejar jabatan lebih tinggi, karena tergambar pada pikirannya mudah menyelewengkan uang untuk memperkaya diri.

Bukan hendak mengabdikan diri kepada masyarakat, bangsa dan negara. Bayang-bayang menyelewengkan uang yang banyak dan cepat. Makanya untuk mendapatkan jabatan itu seseorang berani mengaluarkan uang yang banyak. Satu contoh untuk  jadi kepala daerah,kepala dinas, pimpinan proyek dan direktur perusahaan milik negara./ daerah.

Semua menyangkal tidak ada permainan uang untuk merebut jabatan, tapi kenyataan membuktikan jadi kepala daerah harus banyak uang keluar. Begitu jadi kepala daerah, kepala dinas, pimpinan sekolah, tentu pakai akal-akal untuk mengembalikan uang yang dikeluarkan itu.

Sekarang kembali orang Singapura mengingatkan Indonesia, dalam upaya memberantas korupsi yang lebih efektif yakni harus dimulai dari atas. Lee Kwan Yew orang yang paling lama  jadi kepala pemerintahan di Singapura.

Dia tidak hanya berteori tapi telah melaksanakannya dengan baik maka Singapura, mampu maju sekalipun negara kecil tidak punya daerah pertanian, industri besar dan pertambangan.

Sementara Indonesia, luas arealnya, banyak daerah pertanian tapi mengimpor beras dan lain sebagainya. Semua korupsi, kapan negeri ini dapat maju, makmur seperti negara tetangga ini? Mengikuri Malaysia pun tak sanggup.

Bagaimana pak  SBY-JK  kapan dimulai memberantas korupsi itu harus dimulai dari atas? Tingkat negara di  departemen, tingkat provinsi di Kantor Gubernur, tingkat  kabupten, di kantor bupati,  demikian seterusnya. Penyaluran uang ke daerah terpotong di pusat demikian juga di provinsi dan kabupaten. Apa yang tinggal untuk pembangunan dan rakyat? [ Marihot Siagian Di Medan ]

Comments

Got something to say?

You must be logged in to post a comment.