Irmadi: Pemadaman Listrik Bahayakan Posisi Sumut
Jakarta ( Berita) Wakil rakyat dari daerah pemilihan Sumut I H Irmadi Lubis mengingatkan Pemprovsu dan PLN akan bahaya yang bakal menimpa Sumut akibat pemadaman listrik yang terjadi saat ini.
Bahaya itu bukan hanya membuat masyarakat menderita tetapi daerah Sumut dipastikan tidak lagi menjadi daerah tujuan bagi investor. ” Sekali Sumut sudah dianggap bukan daerah tujuan investasi , untuk merubahnya itu sangat susah sekali,” tegas Irmadi kepada Berita disela-sela mengikuti rapat Paripurna DPR-RI, Selasa (17/7) di gedung DPR Jakarta.
Menurut anggota DPR dari Fraksi PDIP sebenarnya pemdaman listrik di Sumut bukan kejadian yang tiba-tiba datang , tetapi beberapa tahun yang lalu sudah diketahui namun tidak ada usaha untuk mengambil kebijakan baru.
Untuk menyelamatkan bahaya yang akan menimpa Sumut , Pemprovsu tidak boleh berdiam diri dan harus betul-betul memperhatikan masalah listrik ini.
Asumsi bahwa pemadaman listrik yang terjadi selama ini seolah-olah hanya menjadi persoalan masyarakat dengan PLN harus dibuang jauh-jauh sebab ada persoalan yang lebih besar menjadi tugas pemerintah .
Irmadi juga meminta agar PLN tidak mau menang sendiri tanpa ada kompensasi kepada pelanggan (masyarakat) akibat dari pemadaman itu, paling tidak PLN harus memikirkan agar pelanggan tidak lagi membayar biaya beban, sebab PLN tidak sanggup memberikan penerangan secara kontiniu.
Anggota Komisi VI DPR-RI Idealisman Daichi mengatakan pemadaman listrik di Sumut sudah parah dan sangat merugikan semua sendi kehidupan. PLN seharusnya bertindak cepat mengatasi masalah ini dan tidak hanya menunggu. Daichi juga berharap agar
pemadaman listrik ini tidak menjadi alasan para pengusaha untuk melakukan tindakan PHK, tetapi akan mendukung perusahaan yang menuntut PLN secara hukum, sehingga ke depan PLN tidak main-main.
Kasus pemadaman listrik ini, kata wakil rakyat dari daerah pemilihan Sumut III ini juga membuka peluang bagi kelompok masyarakat mengajukan gugatan class action.
Ditempat terpisah anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Lutfhi Idris mengakui persolan pemadaman listri di Sumut sudah menjadi pembicaraan serius ditingkat direksi PLN.
Saat ini katanya, PLN sendang memikirkan empat langkah untuk mengatasi krisis listrik di Sumut, pertama memindahkan Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD) dari Sumatra Selatan, Kedua Menyewa PLTD berkekuatan 200 mega waat, ketiga mempercepat sistim
jaringan Sumatra Bagian Utara- Sumatra Bagian Selatan, keempat aliran listrik dari Inalum sebesar 90 mega waat yang akan dipergunakan selama 5 jam setiap malam. Lutfhi mengakui akan terus memantau dan mendesak PLN segera bertindak untuk mengatasi pemadaman listrik ini. ( aya)