Macala : Harus Menang, Verbeek : Habisi Lawan

Jakarta ( Berita ) :  Kekalahan pada partai pertama Grup D Piala Asia 2007 membuat Bahrain sangat sadar bahwa pertandingan selanjutnya melawan Korea Selatan, Minggu (15/7) adalah laga hidup-mati.

“Pertandingan nanti sangat penting karena kami kalah pada pertandingan pertama. Kami harus menang, kalau kalah lagi, tidak usah bermimpi bisa lolos ke putaran berikutnya. Bila imbang pun akan sulit meski masih ada peluang pada pertandingan berikutnya,” tegas pelatih Bahrain Milan Macala di Jakarta, Sabtu [14/07].

Untuk itu, pelatih asal Republik Ceko tersebut menyatakan akan melakukan perubahan dalam strategi maupun susunan pemain guna menghadapi Korsel di Stadion Utama Gelora Bung Karno nanti.

“Jelas akan ada perubahan karena Korea memainkan strategi yang berbeda dari Indonesia dan mereka memiliki cukup banyak pemain untuk bisa menerapkan berbagai taktik yang berbeda. Kami harus siap untuk itu,” tutur Macala.

“Perubahan yang dilakukan terutama di lini belakang, tetapi bukan berarti kekalahan pada pertandingan sebelumnya mutlak kesalahan pemain belakang,” sambungnya.

Satu hal yang paling penting untuk dibenahi menjelang melawan Korsel, menurut dia, adalah meningkatkan mental bertanding sehingga bisa lebih ganas di lapangan.

“Kami, seperti negara Teluk lainnya, memiliki banyak pemain berbakat tetapi mereka masih kurang kompetitif jika bertanding melawan negara di luar kawasan. Kami harus mengubah itu,” ujar pelatih berusia 54 tahun itu.

Korsel, jelas Macala, memiliki banyak pemain muda berbakat dan tim yang dilatih Peter Verbeek itu sangat cepat dan kuat.

“Yang kita lihat di sini adalah tim masa depan Korea,” tukasnya. “Melawan tim sebaik itu, kami tidak boleh lagi membuang peluang seperti yang kami lakukan ketika menghadapi Indonesia,” ujar Macala.

Sementara itu kapten Bahrain, Rashed Al Dosari, menyatakan mereka terus memperbaiki diri untuk bisa mendapat hasil positif saat menghadapi Korsel. Kami sadar banyak kesalahan yang dilakukan pada pertandingan pertama.

Kami bekerja keras dalam setiap latihan untuk memperbaikinya,” kata

gelandang berusia 29 tahun itu.

Bahrain telah empat kali bertemu Korsel dengan rekor sekali menang dan seri serta dua kali kalah. Pada pertemuan terakhir dalam sebuah partai persahabatan di Gwangju, Bahrain takluk 0-2.

 

Habisi Lawan

Setelah hanya bermain imbang 1-1 dengan Arab Saudi pada pertandingan pertama Grup D Piala Asia 2007, Korea Selatan mengincar tiga poin penuh dari Bahrain saat kedua tim bertemu di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Minggu (15/7).

“Kali ini mereka harus bisa menghabisi lawan dan memenangi pertandingan. Jangan buat kesalahan lagi,” tegasnya. Ia melanjutkan, kemenangan atas Bahrain wajib hukumnya agar saat melawan tuan rumah Indonesia pada pertandingan terakhir, semua akan lebih mudah.

“Kami menatap pertandingan itu dengan penuh keyakinan untuk menang. Semua pemain dalam kondisi fit dan siap bertanding,” kata pelatih Korea Selatan Peter “Pim” Verbeek di Jakarta, Sabtu [14/07] .

“Bahrain pasti akan habis-habisan. Mereka kalah pada pertandingan pertama sehingga sangat butuh kemenangan,” sambungnya. Ia menjelaskan para Ksatria Taeguk –julukan timnas Korsel– bermain bagus pada pertandingan pertama namun satu kesalahan di lini belakang membuat kemenangan yang sudah di depan mata terbang melayang.

“Mereka masih muda dan harus banyak menangguk pengalaman. Sayang memang pengalaman tersebut mereka dapat dengan melakukan kesalahan,” ujar Verbeek mengingat gol penalti penyama kedudukan yang diperoleh Arab Saudi pada pertandingan pertama.

“Pertandingan terakhir melawan Indonesia akan sangat menentukan tim mana saja yang lolos ke putaran berikutnya. Siapapun yang mendapat empat poin lebih dulu, saya pikir akan lolos,” jelasnya.

“Pertandingan hari ini (Indonesia versus Arab Saudi) akan sangat menentukan bagi semua tim dan langkah kami selanjutnya. Tapi, bagaimanapun, kami harus menang besok,” tambah pelatih asal Belanda itu.

Tentang kekuatan Bahrain, Verbeek mengaku sudah tahu banyak karena telah mengamati mereka sejak Piala Teluk, namun ia tidak mau menjelaskan kekuatan dan kelemahan tim asuhan Milan Macala itu. “Apa yang saya ketahui hanya untuk pemain agar mereka bisa mengalahkan Bahrain,” tukasnya.

Mengenai gelandang Lee Chun-soo dan striker Middlesbrough Lee Dong-gook yang hanya menjadi pemain cadangan pada pertandingan pertama, Verbeek menyatakan ada kemungkinan mereka diturunkan sejak awal.

“Chun-soo sudah sembuh dari demamnya dan menyatakan siap bermain, sementara Dong-gook juga bisa dipasang sejak awal,” ujarnya.

“Kami memiliki tiga striker yang sama bagusnya sehingga siapapun bisa diturunkan. Saya tidak akan menyebut nama tetapi yang terbaiklah yang saya mainkan,” kata pelatih berusia 51 tahun itu.

Korea Selatan selalu menang dalam dua pertandingan terakhir atas Bahrain, tetapi negeri ginseng itu beberapa kali kalah dari tim yang dilatih Macala, seperti Kuwait, Arab Saudi, dan Oman. “Semua hasil itu adalah masa lalu. Tidak Penting. Sekarang ini yang terpenting adalah Piala Asia 2007,” tegas Verbeek. ( ant )

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.