HUT Kolev, Timnas Indonesia Incar Kemenangan
JAKARTA (Berita): Hari ulang tahun (HUT) ke-50 pelatih Ivan Venkov Kolev yang jatuh tepat di hari Indonesia menghadapi Arab Saudi, menambah semangat anggota skuad Merah Putih. Kemenangan pun menjadi incaran sebagai kado terindah buat arsitek asal Bulgaria tersebut.
“Itu akan menambah motivasi bagi kami demi pelatih,” tegas bomber Bambang Pamungkas kemarin di Hotel JW Marriot, Jakarta.
Gelandang Firman Utina menambahkan, kini pemain Indonesia punya dua hal yang memotivasi mereka. “Pertama demi rakyat Indonesia dan kedua buat Kolev,” ujarnya.
Pemain sayap Ellie Aiboy turut menegaskan, “Kalau menang, ini akan jadi hadiah ulang tahun Kolev dari rakyat Indonesia.” Dengan tambahan semangat itu, pasukan Merah Putih tak akan merasa kekurangan meskipun di lini tengah kehilangan playmaker sekaligus kapten Ponaryo Astaman dan bek sayap Mahyadi Panggabean akibat cedera.
Firman Utina dan Eka Ramdani mengaku siap untuk berperan mengganti sang kapten dalam laga melawan Arab Saudi di Stadion Gelora Bung Karno yang turut ditayangkan langsung RCTI dan Global TV malam ini mulai pkl 19:35 WIB
Kapten Indonesia Ponaryo dan kapten PSMS Medan Mahyadi cedera saat mengalahkan Bahrain 2-1 di pertandingan pertama Grup D Piala Asia 2007 dan diragukan bisa dimainkan melawan Arab Saudi karena belum 100 persen pulih
“Ponaryo dan Mahyadi memang pemain yang penting dan kami kehilangan dia jika tidak dimainkan tetapi pemain tengah lainnya, termasuk saya, siap untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan,” tutur Firman, gelandang asal klub Persita Tangerang.
Firman sendiri bermain gemilang pada pertandingan pertama sehingga kemudian terpilih sebagai pemain terbaik dalam pertandingan tersebut. Ia memberi umpan matang kepada Budi Sudarsono yang membuka keunggulan Indonesia dan gol penentu kemenangan Indonesia yang dicetak Bambang Pamungkas pun berawal dari tendangan jarak jauhnya yang membentur tiang gawang.
Namun gelandang berusia 25 tahun itu dengan merendah menyebut bahwa performanya bisa sehebat itu juga karena bantuan rekan-rekan setimnya. “Apalah arti saya kalau sendirian. Sepak bola itu permainan kolektif, jadi semuanya harus saling mendukung,” tuturnya lagi.
Ditambahkannya, seluruh pemain Indonesia siap bertarung habis-habisan untuk bisa mengambil poin penuh dari Arab Saudi dan mencapai target lolos ke babak delapan besar.
Menurut Firman, pertandingan akan sangat berat karena tim dari negeri gurun pasir itu adalah tim yang kuat dan memiliki pemain berkemampuan tinggi. “Bukan berarti kami tidak punya peluang untuk mengalahkan mereka, tapi kami harus bekerja lebih keras, lebih disiplin, dan lebih bersemangat daripada pertandingan pertama,” tukas Firman.
Eka juga tidak kalah penting perannya pada pertandingan pertama setelah masuk menggantikan Mahyadi. Tubuhnya yang termasuk mungil dibandingkan postur rata-rata pemain Bahrain tidak menjadi halangan baginya untuk beradu badan merebut bola.
Cederanya Mahyadi membuat pelatih Ivan Kolev sepertinya akan menurunkan gelandang Persib Bandung itu sejak awal, mendampingi Firman dan Syamsul Bachri di lini tengah. “Saya belum tahu apakah pelatih akan menurunkan saya sejak awal, tetapi saya akan tampil habis-habisan jika diturunkan,” tegas Eka
Seperti halnya Firman, dia juga mengakui bahwa Arab memang merupakan tim yang kuat di kawasan Asia bahkan salah satu favorit juara.