Pemerintah Anggarkan Rp 17 Triliun Bangun Infrastruktur Di Papua
Jayapura ( Berrita ) : Perintah Pusat melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 tahun 2007 tentang Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat menganggarkan dana Rp17 triliun untuk membangun infrastruktur di dua provinsi tersebut.
Menteri Negara (Meneg) Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Paskah Suzetta mengatakan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 tahun 2007 memberikan perhatian yang khusus terhadap pembangunan infrastruktur, terutama pembangunan sarana dan prasarana transportasi.
” Pembangunan tersebut pelaksanaannya dimulai pada tahun 2008 dan diharapkan selesai pada tahun 2009, ” katanya usai memberikan seminar Nasional Percepatan Pembangunan Papua dalam rangka Konfrensi Kerja Nasional (Konkernas) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Jayapura, Rabu [11/07].
Dana untuk membangun infrastruktur di dua Provinsi dari kawasan timur
Dia mengatakan infrastruktur yang dibangun tersebut akan difokuskan pada transportasi yaitu darat, sungai, danau, laut dan udara.
Pembangunan jalan darat akan diprioritaskan di kabupaten-kabupaten Papua dan Papua Barat antara lain, Nabire-Wagete-Enarotali, Jayapura-Nimbokrang-sarmi, Serui-Menawi-Saubeba, Timika-Mapurajaya-Pomako, Jayapura-Wamena-Mulia, Merauke-Tanah Merah-Waropko, Hamadi-Holtekamp-Skow (perbatasan dengan Negara Papua Nugini), Sorong-Klamono-Ayamaru-Maruni, Manokwari-Maruni-Mameh-Bintuni, dan Sorong-Makbon-Mega-fakfak-Hurimber-Bomberay.
Transportasi sungai, danau dan penyeberangan akan dibangun dengan mengarahkan pembangunan simpul jaringan penyeberangan lintas provinsi dengan interaksi kuat, meliputi Sorong-Patani, Sorong-Wahai, Fak-fak-Wahai, Sorong-Biak dan Dobo (Maluku)-Timika.
Sedangkan transportasi pelayanan penyeberangan lintas kabupaten/kota dengan interaksi kuat, akan dibangun pada : Jeffman-Kalobo, Sorong-Seget, Seget-Mogem, Seget-Taminabua, Serui-Waren, Agats-Ewer, Biak-Numfor, Merauke-Atsy, Atsy-Asgon, Atsy-Agats, Merauke-Poo dan Tanah Merah-Kepi.
Selain itu, untuk pembangunan transportasi laut akan diprioritaskan pada pembangunan prasarana jalan pembangunan pelabuhan nasional di Jayapura, Manokwari, Sorong dan
” Pembangunan Pelabuhan Arar di Sorong akan diarahkan menjadi pelabuhan internasional, ” ujarnya.
Pembangunan transportasi udara, kata Suzetta, akan dibangun bandar udara dengan skala pelayanan sekunder untuk pengembangan wilayah dengan prioritas tinggi di Mopah – Merauke dan Sentani-Jayapura.
Bandar udara yang pusat penyebarannya dengan skala pelayanan tersier , lanjutnya, untuk pengembangan wilayah dengan prioritas sedang di Rendani-Manokwari, Frans Kaisepo-Biak, Nabire-Nabire, Timika-Timika, Wamena-Wamena, Domine Eduard Osok-Sorong dan Waisai-Waisai.
Sementara pembangunan bandar udara bukan pusat penyebaran untuk pengembangan wilayah dengan prioritas sedang dilakukan di Torea – Fakfak, Utarom, Bintuni, Ijahabra, Wasior, Babo, Anggi, Kebar, Ransiki, Inanwatan, Teminabuan, Ayawasi, Kambuaya (Ayawaru), Werur, Jeffman, Merdey, Kokonao, Akimuga, Ombano, Moanamani, Kebo, Waghete (Waghete Baru) dan Bilai.
Daerah lainnya yaitu Bilorai, Enarotali, Sudjarwo Tjondronegoro, Numfor, Tanah Merah, Kepi, Mindip Tanah, Senggo, Bomakia, Ewer, Bade, Kamur, Kimam, Manggelum, Bokondini, Oksibil, Batom, Ilaga, Elelim, Illu.
Begitu pula Karubaga, Kelila, Kiwirok, Tiom, Yuruf, Mulia, Mararena, Lereh, Molof, Dabra, Okaba, Senggeh, Ubrub, Waris, dan Klamono.Pembangunan prasarana jalan pembangunan pelabuhan nasional di Jayapura, Manokwari, Sorong dan Biak, jelas Meneg PPN Paskah Suzetta.( ant )