Polisi Amankan 31 Orang Terkait “Tarian Liar” Saat Harganas Di Ambon
30 Juni 2007 | 13:46 WIB
Tarian liar tersebut diduga dilaksanakan simpatisan gerakan separatisRepublik Maluku Selatan (RMS).
Plt.Kabid Humas Polda Maluku, Kompol Djoko Susilo, di Ambon, Jumat malam, mengatakan, 31 orang yang diamankan itu terdiri atas 28 penari, seorang Kepala Desa (Kades) Hutumuri “FW” dan dualainnya yang kini menjalani pemeriksaan secara marathon.
Belum ada tersangka dalam aksi yang mengangetkan Kepala Negara dan aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, termasuk Paspampres.
Ke 31 orang yang menjalani pemeriksaan itu 20 orang dilaksanakan di Polda Maluku dan 11 lainnya di Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.
Barang bukti yang diamankan adalah 13 bendera RMS ukuran kecil, enam bendera RMS ukuran besar,sejumlah dokumen RMS, satu buah tifa, enam parang kayu, empat tombak kayu serta sejumlah ikat kepala dan lengan.
Ditanya tentang status Kades Hutumuri, “FW”, Susilo menjelaskan, masih dilakukan pengembangan. “Saya belum bisa menjelaskannya karena masih dilakukan pengembangan dan belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka,” ujarnya seraya menambahkan, kemungkinan pada Sabtu sudah ditetapkan.
Disinggung terjadinya “kebobolan” pengamanan, Susilo menepisnya dengan alasan aksi “tarian liar” itu seiring dengan usainya sambutan Gubernur Maluku, Karel Alebrt Ralahalu soal berbagai hal bertalian peringatan Harganas ke-14.
“Aksi tarian itu dadakan dan setelah melihat gelagat mencurigakan akhirnya Kapolda Maluku, Brigjen Pol.Guntur Gatot Setyawan dengan sejumlah personel Paspampres langsung membubarkan dan mengiring mereka keluar arena peringatan Harganas, selanjutnya diamankan aparat keamanan, baik TNI maupun Polri,” katanya.
Aksi ilegal inisempat mengagetkan Presiden serta aparat keamanan, baik TNI maupun Polri karena memang tidak ada dalam agenda panitia Harganas XIV.
Kepala BIN, Syamsir Siregar, Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI. Sidarmaidy Soebandi dan Kapolda Maluku, Birgjen Pol.Guntur Gatot Setyawan langsung membubarkan aksi tarian cakalele danselanjutnyamemerintahkan anakbuahnya menggiring mereka ke luar arena Harganas untuk diusut lebih lanjut.
Saat menari,mereka tidak sempat membentangkan bendera RMS yang terlihat dipegang salah satu dari penari liar tersebut, tapimenurut sumber terpercaya bendera tersebut direncanakan untuk di naikkan pada tiang bendera yang ada dalam lapangan upacara, menggantikan bendera Merah Putih yang terlebih dahulu dikibarkan pada tiang tersebut.
Sempat terjadi saling kejar hingga akhirnya mereka diamankan di Jln.W.R. Supratman dan digiring ke Mapolda Maluku.
Polisi juga telah mengamankan pakaian dan barang-barang oknum pelari yang dititipkan pada teras gedung gereja Maranatha.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono langsung memerintahkan aparat keamanan untuk segera melakukan penyelidikan terhadap “tarian liar” yang diduga dilakukan oleh simpatan Republik Maluku Selatan (RMS).
“Saya minta dilakukan investigasi,” kata Presiden usai berlangsungnya acara tarian liar tersebut. “Kalau tujuan penari-penari itu lebih dari itu (di luar kewajaran) maka harus ada tindakan yang tegas,” ungkap Presiden.
Kepala negara kemudian mengungkapkan bahwa beberapa hari yang lalu telah mendapatkan informasi tentang adanya kemungkinan kegiatan liar, di luar rencana Panitia Harganas. (ant)




Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.