Penuntasan Kasus BLBI Jadi Momentum Keberhasilan Pemberantasan Korupsi
30 Juni 2007 | 12:55 WIB
JAKARTA ( Berita ) : Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (DPP-IPHI), Haposan Hutagalung, SH, menegaskan penuntasan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) merupakan momentum keberhasilan pemberantasan korupsi.
Untuk itu,langkah yang diterapkan Jaksa Agung Hendarman Supandji mendahulukan pengusutan 3 kasus dari 8 kasus BLBI pantas didukung semua pihak.
“Mari kita dukung demi penengakkan hukum dan wibawa bangsa ini,” ujar pengacara kondang alumni Fakultas Hukum Universitas Sumatra Utara (FH-USU) ini menjawab Berita, Jumat (29/06)Â menanggapi langkah Kejagung mengusut kasus BLBI.
Menurut putra kelahiran Tarutung ini, kasus BLBI tidak hanya tindak pidana korups yang memperburuk citra penegakkan hukum, tetapi kasus BLBI ini membuat citra bangsa dan negara hancur.
“Bayangkan, akibat kasus ini bank dunia dan negara donatur sudah kurang percaya sebab kasus BLBI membuktikan bobroknya moral para pejabat. Kalau bisa negara ini pun mau dijual ,” tandasnya.
Mengusut kasus BLBI memang harus mempunyai prioritas, sehingga penanganannya fokus dan tuntas. kalau 8 kasus BLBI bersamaan diusut bisa jadi pengusutan akan lama, tetapi dengan membuat prioritas pengusutan yang diawali dengan 3 kasus BLBI maka tim penyidik akan lebih fokus.
Haposan yakin sosok Hendaman Supandji sebagai aparat penegak hukum yang berani dan konsisten, tidak akan bisa diintervensi oleh kekuatan manapun.
“Ketenangan dan wibawa Hendarman sudah teruji, dan kita harapkan sikap beliau tidak kendur sebaliknya akan makin berani demi penangakan hukum sebagai salah satu agenda utama reformasi,” ujar Haposan Hutagalung.
Sementara Ketua DPP Ikatan Advokat
“Pemberantasan korupsi di era Pemerintahan SBY-JK masih menebar aroma “tebang pilih,” kata Djonggi Simorangkir.
Disamping itu Dia juga menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum independen dan tidak lepas dari intervensi.
Djonggi Simorangkir berpendapat, perlu ada kajian yang serius mengenai eksistensi KPK yang kinerja KPK belum maksimal. (aya)


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.