Belasan Pegawai Pemprov NAD Kursus Singkat Di Australia
30 Juni 2007 | 13:42 WIB
Banda Aceh ( Berita ) : Sebanyak 14 Pengawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (Pemprov NAD) akan mengikuti kursus singkat (short course) di Australia atas kerja sama lembaga AusAID (Australia) dengan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias.
“Seorang pegawai BRR NAD-Nias juga bergabung dengan 14 pegawai Pemprov NAD dan mereka akan bertolak ke Australia pada 1 Juli 2007. Kursus tersebut berlangsung selama2,5 bulan lebih,” kata juru bicara BRR NAD-Nias, Twk Mirza Keumala di Banda Aceh, Jumat (29/06).
Di sela-sela pelepasan yang ditandai penyerahan paspor dan visa, ia menjelaskan kursus singkat ituberlangsung di Universitas Nasional Australia, Canberra,
Ke-15 peserta kursus singkat itu akan mempelajariilmu pemerintahan dan pengembangan ekonomi di negeri “kangguru”itu. “Meraka berasal dari Dinas Kesehatan (dua orang)Dinas Pendapatan Daerah (dua orang), Bappeda (tujuh orang), Bawasda (dua orang), Dinas Sumber Daya Air dan BRR masing-masing satu orang.
Dijelaskan, sebelumnya ke-14 orang itu telah lulus seleksi yang diselenggarakan panitia khusus dari Australian National University. Sementara peserta yang mengikuti seleksi kursus singkat itu sebanyak99 orang.
Wakil deputi kelembagaan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) pada BRR NAD-Nias Iqbal Farabi, menjelaskan program kursus singkat ini terlaksana setelah kunjungan Kepala BRR Kuntoro Mangkusubroto ke Australia.
“Kuntoro menyampaikan berbagai capaian dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh pascatsunami. Kemudian beliajuga mengutarakan pentingnya upaya peningkatan kapasitas SDM di jajaran Pemerintah Aceh untuk menangani pembangunan Aceh pasca berakhirnya mandat BRR pada April 2009,” jelasnya.
Kemudian, Pemerintah Australia merespon positif ide yang disampaikan Ketua BRR NAD-Nias itusehingga pemerintah Australia menawarkan untuk program kursus singkat.
Deputi Operasi BRR NAD-Nias, Eddy Purwanto mengharapkan para peserta kursus bisa menimba ilmu dan pengalaman secara maksimal di Australia, khususnya pengetahuan tentang pembangunan dan pengembangan ekonomi.
“Kursus singkat ituharus bisa dimanfaatkan dengan membandingkan pembangunan di Australia dengan di Aceh. Pembangunan di Australia dan di luar negeri mempunyai keunikan tersendiri yang bisa dipelajari untuk diterapkan di daerah ini,” ujarnya.
Dijelaskan, pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh itu harus bisa dimanfaatkan untuk bidang perencanaan, penataan sarana infrastruktur baik secara fisik maupun sistem, dan tata ruang. (ant) Â Â




Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.