Harganas Penting Jangan Seremonial
29 Juni 2007 | 12:24 WIB
Pendidikan dalam keluarga sangat penting dan siapa yang bertanggung jawab? Tentu saja yang paling utama para ibu, sehingga peranan ibu dalam keluarga sangat signifikan.
Ibu yang baik dan mengerti tugas dan tanggung jawabnya tentu mampu membimbing anak-anaknya dalam keluarga sehingga bersama suami tercintaa membentuk keluarga sakinah. Namun, banyak kasus dan fakta banyak juga keluarga yang gagal sehingga menimbulkan masalah. Di sinilah pentingnya keluarga. Sehingga yang namanya Hari Keluarga Nasional (Harganas) memang masih belum begitu populer di masyarakat. Jangankan kaum pria, komunitas perempuan sendiri pun banyak yang tidak tahu kalau saat ini tengah berlangsung Harganas dipusatkan di kota Ambon. Hadir dalam peringatan Harganas 2007 itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berikut sejumlah menteri dari Jakarta.
Sangat disayangkan, kalau peringatan Hari Keluarga Nasional sampai kurang sosialisasi, sehingga bisa dibilang tidak ada kegiatan sama sekali di tingkat desa, kecamatan maupun tingkat kabupaten/kota. Dengan demikian wajar saja kalau masyarakat tidak peduli karena memang  tidak mengetahuinya. Oleh karena itu,  pemerintah hendaknya bertanggung jawab. Tidak hanya pintar membuat bermacam-macam hari besar saja, tetapi bertanggung jawab pula mengadakannya di tengah-tengah masyarakat sehingga publik menjadi tahu apa maksud diselenggarakannya Harganas, apa temanya tahun ini, dan apa yang ingin dicapai  (target) setiap tahunnya.
Meneg Pemberdayaan Perempuan  Meutia Hatta Swasono mengatakan perlu perempuan harus diberdayakan guna mencegah terjadinya demoralisasi dalam keluarga yang semakin marak terjadi akhir-akhir ini. Hal itu dikatakannya dalam  seminar peningkatan kapasitas keluarga bahagia sejahtera di Ambon kemarin, di mana  perempuan hendaknya  diberdayakan agar berkualitas dan mampu meningkatkan pemberdayaan dirinya sehingga demoralisasi dieliminir.
Pemberdayaan perempuan, kata dia pada seminar yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional(Harganas) ke-XIV di Ambon itu bertujuan untuk mewujudkan nilai-nilai keluarga kecil bahagia sejahtera.
Jadi perempuan harus ditingkatkan pendidikan, kesehatan, ketrampilan dan kemampuan perekonomiannya. Ini bisa berhasil, menurut Meutia dengan tersedianya akses informasi soal peningkatan kualitas hidup, pelatihan ketrampilan dan berbagai pengalaman.
Terpenting lagi perempuan harus diberi ruang untuk memperjuangkan keadilan dan kesetaraan gender serta mengembalikan nilai moral bangsa dengan menggali nilai-nilai kearifan lokal dan budaya bangsa, di samping memilah-milah modernisasi. Saya melihat generasi muda bangsa saat ini kurang memahami dan mendalami kearifan lokal sehingga peranan ibu-ibu harus digalakkan agar mencegah terjadinya demoralisasi dalam keluarga,”tegasnya.
Meutia pun mengungkapkan keprihatinannya terhadap berbagai kejadian dalam keluarga yang cenderung meningkat seperti ibu meracuni anak-anaknya, bapak memperkosa anak gadisnya, ibu menjual anaknya sendiri dan lain sebagainya. Ini berarti fungsi keluarga tidak berjalan dengan baik dan penyebabnya mungkin akibat kemiskinan yang membuat moral keluarga buruk atau nilai-nilai moral maupun agama merosot, kata bu menteri putri Bung hatta itu.
Karena itu, kita sependapat dengan Meneg Pemberdayaan Perempuan, menyarankan perlunya keluarga kecil sehingga terwujud kehidupan keluarga bahagia dan sejahtera. Dan peringatan Harganas diperlukan, namun tidak hanya seremonial, tertapi harus dijabarkan sehingga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bangsa dan negara.=


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.