Indonesia Alami Defisit Keuangan 70 Triliun
Manado ( Berita ) : Menteri Kelautan dan Perikanan, Freddy Numberi mengatakan, bangsa Indonesia saat ini sedang mengalami defisit keuangan sekitar Rp70 triliun, sehingga menjadi beban rumit dihadapi pemerintah.
“Pemerintah pusat sedang menghadapi persoalan dilematis atas beban keuangan negara setelah alami defisit anggaran sekitar Rp70 triliun, semuanya terserap pada utang luar negeri, “kata Numberi, ketika menjadi pemateri dalam Forum Kerjasama Tujuh Propinsi Kepulauan, Jumat (15/06), di Manado, Sulawesi Utara (Sulut).
Bahkan, Departemen Kelautan dan Perikanan telah melarang seluruh pemerintah daerah, membeli atau membuat kapal dengan menggunakan dana pinjaman asing atau loan.
“Biarkan pemerintah memberikan alokasi bantuan kapal pada sektor perikanan melalui APBN setiap tahun,” kata Numberi.
Diharapkan setiap daerah tidak melakukan lobi penambahananggaran pembangunan kepada pemerintah pusat, jika belum menjadi kebutuhan utama bagi daerah itu.
Keluhan tujuh propinsi kepulauan yakni Sulut, Maluku, Maluku Utara (Malut), Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kepulauan Riau dan Bangka Belitung, untuk menambah anggaran sektor kelautan dan pulau-pulau terluar, sangat ideal.
Kepulauan Miangas dan Maroreh, wilayah perbatasan teritorial Indonesia-Filipina, sangat layak diperhatikan melalui bantuan pembangunan secara baik dan merata.
“Pembangunan Bandara di Miangas sudah menjadi keharusan dan tidak ditawar-tawar lagi,” ungkap Menteri.
Hadir dalam Forum Kerjasama tersebut, Gubernur Sulut, SH Sarundajang, Gubernur Bangka Belitung, Eko Maulani Ali, Gubernur Kepri, Ismeth Abdullah, Gubernur Malut, Taib Armain, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Sarinata. (ant)