30 Tahun Terus Merugi Ada Apa?
12 Juni 2007 | 15:21 WIB
Menteri Negara Sofyan Djalil mengatakan masak 30 tahun PT Inalum terus merugi. Sudah perlu difikirkan untuk melikwidasi/memfailitkan. Dia menilai perusahaan yang berada du Asahan Sumatera Utara itu tidak ada lagi karena terus menerus merugi selama 30 tahun ini.
Saya selaku rakyat penduduk Medan sungguh terkejut membaca berita ini. Mengapa? Tidak logis, 30 tahun terus merugi, perusahaan jalan terus. Apa memang pimpinan dan pekerja di sana tidak bergiat bekerja atau semua uang hasil persuahaan mereka makan. Atau dalam kata lain, dalam buku rugi tapi dari segi riel ada untung tapi tidak banyak. Ibarat satu pesta, panitia membuat laporan rugi dalam pembukuan, tapi untungnya sudah mereka makan dengan jalan tidak benar.
Di Indonesia bermacam-ragam dibuat laporan. Minta kredit dibuat dalam buku beruntung. Untuk laporan kepada pembayaran pajak, untung sedikit bahkan terkadang merugi. Semua menurut laporanakonting. Akonting mana yang benar dan salah merekalah mempertanggungjawabkan hal itu masing-masing pada diri dan sumpahnya. Akal-akalan berjalan terus, sehinggapegawai terus menerusmenderita.
Keterangan yang menjadi pengumuman ini perlu dicermati, apa tujuan dan maksudnya. Apakah karena ada tuntutan karyawan minta naik gaji atau hendak membayar pajak? Pemerintah harus mengirim tim khusus untuk itu, tidak boleh diterima begitu saja. Jika rugi selama 30 tahun darimana menutupi kerugian itu diambil? Apakah pemegang sahamselama 30 tahun terus menambah modal. Adakah pemilik modal yang berfikiran dan bertindak demikian? Bagaimana pemodal dari Jepang atau yang lain? Benarkahrugi selama 30 tahun? Atau hanya sedikit untung?
Perusaan milik pemerintah, sering mengumumkan rugi padahal karena sudah berkurang keuntungannya. Satu contoh karena rusak mesin PLN dan arus listrik tidak mengalir ke pelanggan terus diumumkan rugi sekian ratus juta rupiah. Jika tidak mau rugi, cepatlah mesin diperbaiki. Kemana untung selama ini? Diselewengkan alias dikorupsikan?
Berita ini sangat memalukan. Atau kalau rugi boleh sajaRp100 ribu sebulan yang tentu dapat ditutup seorang staf secara bergantian karena gaji diperusahaan itu cukup bagus.
Bagaimana berita kerugian ini pak SBY. Diterima saja laporan itu?
Tutup sajalah jika demikian. Atau jual pada perusahaan lain. Mana tau ada sedang mengincer perusahaan pengelola aluminium itu. [ Marihot Siagian di Glugur


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.