22 Jaksa Nakal Segera Diperiksa : Harian Berita Sore

22 Jaksa Nakal Segera Diperiksa

11 Juni 2007 | 15:57 WIB

Jaksa Agung sudah memerintahkan untuk segera memeriksa 22 jaksa nakal yang berada di Jakarta. Jaksa nakal ini disebut terlibat berbagai peilaku menyimpang dari tugas yang diemban selaku jaka penegak hukum. Demikian berita di surat kabar terbitan Medan.

Membaca berita ini saya selaku rakyat, sangat prihatin dan bertanya apakah hanya di Jakarta yang ada jaksa nakal?Syukurlah jika demikian. Yang dipertanyakan adalah apakah hanya sekadar pemeriksaan untuk tidak disebut tidak peduli terhadap keluhan rakyat.

Sudah lama rakyat mengeluhkan adanya mafia peradilan. Termasuklah jaksa ikut dituding terikut dalam mafia itu. Lama dikeluhkan, belum ada tanda-tanda yang jelas bagaimana cara mengurangi apalagi menghapusnya. Hanya ramai dibicarakan di surat kabar, kemudian senyap dan begitulah berlangsung cukup lama. Ramai dibicarakan, tidak ada yang mau menghapuskannya, bahkan sebaliknya tambah ramai setelah pengadilan dinyatakan dalam menentukan keputusan, pengadilan tidak dapat dicampuri orang lain. Maka terjadilah putusan yang mengherankan masyarakat umum, sudah dituntut beberapa tahun oleh jaksa, tapi bebas dalam keputusan hakim karena tidak terbukti seperti yang dituduhkan.

Memang sulit mengatakan siapa yang salahdalam proses hukum itu seperti yang terjadi dalam kasus kematian aktivis Munir. Jaksa menuntut hukuman, hakim membebaskan karena yang dituduh tidak terbukti bersalah. Tentu timbul pertanyaan siapa yang membunuh Munir. Karena kasus Munir ini terus dihidupkan maka proses terus terjadi sampai pembunuhnya diketahui dan dihukum. Sekarang muncul sitersangka baru. Bagaimana dengan perkara lain, tentu diam-diam saja, Saya selaku rakyat penduduk Medan, mengusulkan kepada Jaksa Agung agar membersihkan jajaran kejaksaandari orang nakal. Tidak tepat penegak hukum orang nakal, karena dapat saja nanti dimanfaatkan jabatannya untuk memperkaya diri. Sekali pun terjadi pembelokan hukum.

Kunci bekerhasilan kejaksaandalam penegakan hukum ada di tangan Jeksa Agung, Jaksa Tinggi. Jika ini bersih, pasti jaksa nakal akan dapat disingkirkan. Maka penegakan hukum pun akan berjalan dengan mulus. Jaksa nakal harus lebih dulu disingkirkan kemudian membenahi jaksa yang belum nakal untuk menjadi baik.

Selamat membersihkan kejaksaan dari jaksa nakal. Demikian juga dalam penegakan hukum dapat berjalan dengan lancar. Rakyat senang, kejaksaan bangga. Negara pun akan aman. [ Marihot Siagian di Glugur Medan ]

Comments

Got something to say?

You must be logged in to post a comment.