Penembakan Warga Pasuruan Bukti Manusia Tidak Lagi Dihargai
31 Mei 2007 | 12:43 WIB
Jakarta ( Berita ) : Peristiwa penembakan oleh oknum TNI terhadap sejumlah warga di kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, merupakan satu lembaran hitam dalam sejarah bangsa, dimana manusia tidak lagi dihargai sebagai makhluk yang bernilai.
Ini merupakan bukti kegagalan pemerintah dalam menjamin hak kehidupan yang paling asasi, kata Benny Susetyo, Pr, pengamat masalah sosial.
Benny, seorang rohaniwan yang menjadi Sekretaris Eksekutif pada Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan pada Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), mengatakan di Jakarta, Rabu (30/05) malam, bahwa tugas prajurit adalah untuk melindungi rakyat dan tumpahdarahnya.
Peristiwa berdarah di Pasuruan yang menelan korban jiwa ini justru memperlihatkan pergeseran bahwa prajurit gagal menjalankan tugasnya sebagai abdi rakyat.
“Perlu ada penegakan hukum dalam kasus itu, untuk mengusut pelanggaran Hak Asasi Manusia yang berat ini dalam mekanisme hukum yang adil,” tegasnya.
Ia berharap penanganan hukum terhadap kasus itu dilakukan dengan sungguh-sungguh. Peristiwa yang terjadi pada akhir bulan Mei ini menurut Benny merupakan salah satu lembaran hitam dalam sejarah Indonesia.
Benny berharap bahwa kasus tersebut juga menjadi pelajaran berharga dan tidak lagi diulangi dalam bentuk-bentuk serupa di tempat lain.
Manusia sebagai warga negara harus dihargai dan dijunjung martabatnya yang mulia, serta diperlakukan secara adil, ujarnya. (ant)


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.