Jururunding Nuklir Iran Tiba Di Spanyol : Harian Berita Sore

Jururunding Nuklir Iran Tiba Di Spanyol

31 Mei 2007 | 14:41 WIB

Madrid ( Berita ) : Ketua jururunding nuklir Iran, Ali Larijani, akan melakukan pertemuan dengan Ketua Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Javier Solana, di Spanyol, Kamis [31/05], guna mendiskusikan perselisihan program nuklir negara Islam itu.

Pertemuan tersebut merupakan yang kedua untuk mencari pemecahan kebuntuan menyangkut program nuklir Iran hanya dalam waktu sekitar sebulan setelah pertemuan di Turki pada April silam gagal mencapai kata sepakat.

Kedua pihak akan memanfaatkan pertemuan itu yang dijadwalkan  berlangsung di Madrid pada pukul 17.00 petang waktu setempat (15.00 GMT) untuk mencari jalan guna memulai kembali perundingan menyangkut masalah tersebut, kata para diplomat.

Negara-negara Barat menuduh negara kaya minyak itu berusaha mengembangkan senjata nuklir, yang dibantah keras oleh Teheran yang menyebutkan tujuan utamanya adalah memproduksi energi.

Mereka kini terus berusaha untuk mengenakan sanksi yang lebih berat terhadap Iran karena penentangannya untuk menghentikan pengayaan uranium, suatu proses yang akan menghasilkan baik energi nuklir maupun bom atom.

Para menteri luar negeri dari Kelompok-8 (G-8) negara-negara industri yang paling berpengaruh mengatakan, Rabu, dalam sebuah pernyataan bahwa mereka siap mendukung “langkah yang tepat” jika Iran gagal mematuhi Resolusi DK PBB untuk menghentikan pengayaan itu.

“Jika Iran tetap tidak mengindahkan permintaan DK PBB, maka kami akan mendukung langkah yang tepat seperti yang ditetapkan dalam Resolusi 1747,” kata mereka dalam pernyataan seusai pertemuan di Potsdam, Jerman.

Resolusi DK PBB nomor 1747 menetapkan tenggat waktu 60 hari bagi Teheran untuk membekukan semua aktivitas pengayaan yang berakhir pekan lalu.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang bermarkas di Wina mengeluarkan suatu laporan pekan lalu yang menyebutkan, Iran tetap tidak mengindahkan permintaan PBB untuk menghentikan pengayaan uranium dan justru mengembangkan pekerjaan tersebut.

Iran mengatakan, pihaknya memiliki hak pengayaan uranium untuk tujuan damai selaku peserta penandatanganan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir.

Pertemuan di Madrid itu hanya merupakan suatu kesempatan minim untuk mencapai suatu terobosan dengan EU yang menginginkan Teheran agar membekukan pengayaan uranium dan Teheran menolak mempertimbangkan langkah semacam itu.

“Penangguhan bukan jalan yang logis untuk memecahkan masalah Iran,” kata Larijani kepada wartawan, Rabu, menjelang keberangkatannya ke Madrid untuk pertemuan tersebut.

Seorang diplomat di Wina mengatakan, pertemuan itu “tidak menghasilkan suatu keputusan. Hal itu hanya sekedar tukar pikiran.”

Lima anggota tetap DK PBB — China, Inggris, Prancis, Rusia, dan AS — semakin frustrasi menghadapi Iran dan akan menetapkan sanksi lebih keras kepada negara itu jika tidak memperlihatkan keinginannnya untuk menangguhkan program nuklirnya dalam pertemuan tersebut, kata seorang analis.

Iran akan menipu dirinya sendiri untuk percaya bahwa mereka (anggota tetap DK PBB) tidak akan melakukan sesuatu,” kata Mark Fitzpatrick, anggota senior untuk non-proliferasi pada Lembaga Internasional untuk studi strategis di London.

“Mereka akan memberi Iran seuatu kesempatan untuk mendatangi meja perundingan dengan sesuatu penawaran, namun jika Iran tidak mengindahkannya, maka sanksi tambahan akan pasti dijatuhkan,” katanya.

Pekan lalu, Presiden AS George W. Bush mengatakan, pihaknya akan bekerja bersama dengan Uni Eropa, Rusia dan China untuk mengenakan sanksi yang lebih berat bagi Iran akibat penentangannya terhadap permintaan PBB untuk menghentikan program nuklirnya.

DK PBB pertama kali menjatuhkan sanksi terhadap Iran pada Desember tahun lalu karena menolak permintaannya, dan kemudian mengenakan sanksi yang lebih berat pada Maret.

Pembicaraan yang dilakukan bulan lalu antara Solana dan Larijani hanya “positif pada bentuknya, namun tidak bermanfaat pada substansinya”, kata jurubicara Solana, Cristina Gallach, di Brusel, Rabu [30/05].

Larajani mengatakan, “Butir-butir positif telah didiskusikan di Ankara,” dengan menggambarkannya sebagai “kuncup-kuncup yang perlu dikembangkan ke tingkat internasional  untuk memecahkan persoalan tersebut.” ( ant/afp)

Comments

Got something to say?

You must be logged in to post a comment.