Gus Dur: Bukan Zamannya Tentara Tembaki Rakyat
31 Mei 2007 | 12:45 WIB
Jakarta ( Berita ) : Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) bereaksi keras atas kasus penembakan warga Grati, Pasuruan, Jawa Timur, oleh anggota Marinir TNI AL dan menyatakan kasus itu harus diusut tuntas.
“Saya katakan saat ini bukan lagi zamannya kekerasan. Semua persoalan harus diselesaikan dengan hukum. Ini harus diusut tuntas. Tidak bisa seenaknya main tembak,” kata Gus Dur melalui pesan singkat di Jakarta, Rabu (30/05).
Gus Dur menyatakan turut berduka cita atas terjadinya kasus itu yang menurutnya tidak pantas terjadi di negara yang menjunjung tinggi hukum.
“Ini negara hukum, bukan (negara) kekuasaan. Saya akan tuntut siapa saja yang sengaja melakukan tindak kekerasan,” katanya.
Selaku Ketua Umum Dewan Syura Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), partai yang memiliki basis massa terbesar di Jawa Timur, Gus Dur memerintahkan PKB melakukan pembelaan pada warga.
“PKB akan saya perintahkan untuk melindungi rakyat Pasuruan. Secepatnya (dalam) rapat PKB besok akan ditentukan tim hukumnya untuk melindungi rakyat,” katanya.
Sementara itu dari Surabaya, Komandan Korps Marinir (Dankormar), Mayjen (Mar) Syafzen Noerdin menyatakan, penembakan yang dilakukan anggotanya hingga menyebabkan tewasnya warga di Grati, Pasuruan, dalam rangka membela diri.
“Waktu itu anggota kami betul-betul terdesak, sedangkan warga mengejar anggota Marinir menggunakan celurit dan lemparan batu. Tembakan itu dilakukan, karena betul-betul membahayakan,” katanya kepada wartawan di markas Pasukan Marinir (Pasmar) I Surabaya, Rabu sore.
Namun demikian, Safzen menyatakan sangat menyesalkan kejadian itu. “Saya sangat menyesal atas kejadian ini, karena selama ini Marinir selalu dekat dengan rakyat. Dekat dan selalu membela rakyat. Itu merupakan visi dari prajurit Marinir,” katanya. (ant)


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.