GPK Demo Kedubes Australia Soal “Insiden Sydney” : Harian Berita Sore

GPK Demo Kedubes Australia Soal “Insiden Sydney”

31 Mei 2007 | 12:48 WIB

Jakarta ( Berita ) : Belasan pemuda yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Kabah (GPK), organisasi sayap pemuda Partai Persatuan Pembangunan (PPP), menggelar unjuk rasa di Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Kamis (31/05), terkait dengan “Insiden Sydney” yang menyinggung perasaan masyarakat Indonesia.

Para pegunjuk rasa itu tiba di Kedubes Australia itu pada pukul 09.30 WIB dan langsung mengadakan orasi serta menyebarkan selebaran yang intinya menuntut agar pemerintah Australia meminta maaf kepada rakyat Indonesia.

Salah seorang pengunjuk rasa, Haji Ucen, mengatakan bahwa GPK sebagai bagian dari rakyat Indonesia ikut merasa tersinggung atas perlakuan dua aparat kepolisian negara bagian New South Wales yang secara tidak sopan menyerahkan surat pemanggilan untuk meminta kesaksian Gubernur DKI itu di pengadilan setempat.

“Kami mengingatkan pemerintah Australia agar meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas sikap dan kebijakan yang telah menyinggung perasaan bangsa Indonesia itu,” katanya.

Ucen juga mengatakan bahwa selain di Kedubes Australia, aktivis GPK itu juga akan melakukan unjuk rasa di Deplu, Gedung DPR dan Sekretariat Negara untuk menyampaikan aspirasi yang sama.

Para pengunjuk rasa itu hanya diterima oleh salah seorang petugas keamanan Kedubes dan beberapa saat kemudian aksi unjuk rasa tanpa spanduk di Kedubes Australia itu berakhir, dan dengan menggunakan sejumlah kendaraan dengan simbol-simbol GPK mereka bergerak menuju Departemen Luar Negeri.

Sebelumnya saat berkunjung sebagai tamu resmi Pemerintah New South Wales (NSW), Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mendapat perlakuan tidak sopan dari dua polisi Sydney di kamar Hotel Shangri-La Sydney No 3107 tempatnya menginap.

Kedua orang polisi itu menemui Gubernur Sutiyoso yang sedang berada di kamarnya dengan menggunakan kunci master (”master key”) hotel untuk menyerahkan surat pengadilan setempat kepada Sutiyoso untuk menjadi saksi dalam masalah “coroner inquest” kasus tewasnya lima wartawannya di Balibo (Balibo Five), Timor Timur, tahun 1975 itu. (ant)

Comments

Got something to say?

You must be logged in to post a comment.