Almuzamil Yusuf Sesali Insiden Penembakan Warga Oleh Marinir
31 Mei 2007 | 14:45 WIB
“Seharusnya peristiwa itu bisa dicegah karena fungsi TNI setelah amandemen
Karena itu, politisi PKS itu mengimbau kepada semua pihak untuk menahan diri dan membiarkan aparat yang berwenang melakukan penyidikan atas peristiwa berdarah tersebut.
Dia juga mengatakan bahwa upaya saling menahan diri tersebut sangat diperlukan agar situasi disana tidak bertambah buruk.
Sebelumnya terjadi insiden bentrok antara warga dengan pasukan patroli Pusat Latihan Tempur (Puslatpur)Â yang berjumlah 8-9 orang tersebut, sekitar pukul 10.00 WIB, Rabu (30/1).
Insiden itu mengakibatkan empat orang meninggal yakni Kotijah (20), Mistin (25), Khutam (50), ketiganya tewas di tempat kejadian, sedangkan Khoirul (6) menyusul tewas di RSD Saiful Anwar,
Selain itu tujuh korban luka yaitu Misdi (30), Rohman (41), Rohman (22), Satiran (50), Nasum (34), Herwanto (25), dan Tosan (20).
Sementara itu, menurut Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto, berdasarkan analisis awal kejadian penembakan warga Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur itu, tewasnya warga setempat itu disebabkan oleh peluru pantulan yang ditembakkan anggota marinir.
“Saya sangat menyesalkan bentrokan warga Grati dengan aparat TNI dan saya meminta insiden itu diusut tuntas,” kata Panglima TNI yang juga telah menginstruksikan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Slamet Soebijanto untuk mengusut tuntas insiden itu. ( ant )




Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.