Polisi Buru Pelaku Teror Ledakan Di Aceh Utara : Harian Berita Sore

Polisi Buru Pelaku Teror Ledakan Di Aceh Utara

30 April 2007 | 14:57 WIB

Banda Aceh ( Berita ) : Aparat kepolisian terus memburu pelaku teror yang telah melakukan serangkaian serangan dengan menggunakan bahan peledak berupa granat nanas, khususnya di wilayah hukum Polres Aceh Utara, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

“Serangkaian pelemparan granat merupakan tindakan yang dapatmenganggu kenyamanan masyarakat, karenanya kita terus mengintensifkan penyelidikan untuk menangkap pelakunya,” kata Kabid Humas Polda NAD, Kombes (Pol) Jodi Heriyadi, di Banda Aceh, Senin (30/04).

Ia menjelaskan, kasus terakhir kejahatan dengan menggunakan bahan peledak berupa granat dilakukan orang tak dikenal dan mengenai rumah kediaman juru bicara Komite Peralihan Aceh (KPA/GAM) Sofyan Daud, di lorong Batee Timoh, Desa Panggoi Kecamatan Muara Batu Kota Lhokseumawe.

“Peristiwa pelemparan granat ke rumah Sofyan Daud itu terjadi sekitar pukul 03.10 WIB Minggu (28/4) dini hari, namun tidak ada laporan adanya korban jiwa dalam insiden tersebut,” tambah Jodi Heriyadi mengutip laporan Kapolres Aceh Utara AKBP Benny Gunawan.

Saat kejadian itu, Sofyan Daud tidak berada di tempat. “Di dalam rumah hanya ada keluarga Sofyan Daud. Saksi mendengar letusan bahan peledak dan langsung melihat arah ledakan tersebut,” tambah dia.

Ledakan granat standar itu mengenai bagian samping kanan rumah yang mengakibatkan kerusakan pada kaca jendela dan beberapa pot bungga di rumah tersebut.

Dari olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi memperkirakan sebelum melakukan pelemparan, pelaku berusaha merusak jaringan penerangan listrik di rumah tersebut, namun tidak berhasil, ujar Kabid Humas.

Sementara barang bukti berupa serpihan granat standar itu kini diamankan di Markas Polres Aceh Utara atau sekitar 272 kilometer timur Kota Banda Aceh untuk kepentingan pengusutan kasus teror ledakan tersebut, tambah Jodi.

Sebelumnya, ia menjelaskan lemparan granat juga mengenai rumah kediaman Wakil Walikota Lhokseumawe, Tgk Suaidi pada 23 APril 2007, namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Pelemparan granat juga terjadi terhadap Markas Brimob Polda NAD di Banda Aceh pada 24 April 2007.

Dipihak lain, Kombes Jodi menjelaskan serangkaian ledakan granat itu mengindikasikan bahwa bahan peledak dan senjata api ilegal masih banyak terdapat ditangan orang sipil yang tidak berhak di provinsi yang pernah dilanda konflik bersenjata ini.

Dua pemilik rumah yang menjadi sasaran pelemparan granat nenas itu merupakan mantan petinggi GAM. (ant)

Comments

Got something to say?

You must be logged in to post a comment.