Nilam Pakpak Barat Masih Dikelola Secara Tradisional
30 April 2007 | 15:11 WIB
Medan ( Berita ) : Minyak nilam yang merupakan salah satu hasil perkebunan yang potensial dikembangkan di Pakpak Barat belum mononjol di pasaran karena masih dikelola secara tradisional.
Customer Service Stan Pakpak Barat di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Hendrik Kabeakan kepada Wartawan di Medan, Senin (30/04), mengatakan, untuk memproduksi minyak nilam itu secara modern Pemkab Pakpak Barat telah melakukan upaya alih pengalaman.
Upaya itu antara lain mendatangkan kelompok tani Wangi Rahayu yang merupakan kelompok tani ahli nilam yang berada di Jawa Barat.
Kedatangan kelompok tani tersebut merupakan kerja sama Pemkab Pakpak Barat dengan Pemprov Jawa Barat yang diharapkan dapat mengembangkan potensi nilam Pakpak Barat, katanya.
Tenaga ahli kelompok Wangi Rahayu, Awang Kurniawan kepada Wartawan mengatakan, kelompok taninya memberikan penyuluhan dan bimbingan tentang cara efektif dalam penanaman, budi daya dan penyulingan minyak nilam.
Menurut dia, saat ini setidaknya terdapat 200 hektar kebun nilam yang telah berusia empat sampai lima bulan. Usia tersebut membutuhkan pemantauan yang lebih intensif karena akan memasuki masa panen yang rawan hama.
“Pohon nilam memasuki usia panen pada bulan keenam berartisekitar satu bulan lagi pohon-pohon tersebut sudah bisa dipanen,” katanya.
Ia menambahkan, setelah dilakukan penyulingan, rencananya minyak tersebut akan diekspor ke luar negeri karena beberapa negara sudah menyatakan kesediaannya untuk menampung minyak nilam produksi Pakpak Barat. (ant)


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.