Manajemen PSMS Pasrah : Harian Berita Sore

Manajemen PSMS Pasrah

30 April 2007 | 14:52 WIB

MEDAN ( Berita ) : Meski sukses bertengger di posisi tiga klasemen sementara putaran pertama liga Indonesia 2007, namun akibat ketiadaan dana,  posisi PSMS Medan kini di ujung tanduk, terancam tidak ikut putaran kedua yang kembali digelar Agustus mendatang.

Pasalnya, sampai saat ini pihak manajemen PSMS belum mendapatkan solusi bagaimana menambah dana yang hanya mampu dianggarkan sebesar Rp10 miliar dari APBD Kota Medan untuk tim sepakbola kebanggaan itu.

“Kalau kondisinya seperti ini, kemungkinan besar PSMS tidak bisa ikut putaran kedua,” kata Ketua Harian PSMS Drs Ramli MM, yang dikonfirmasi Berita usai main sepakbola silaturrahmi tim Pemko Medan melawan tim Poldasu di Stadion Teladan akhir pekan kemarin.

Sebab menurut Ramli, PSMS masih penambahan  dana sebesar Rp6 sampai Rp8 miliar lagi. “Karena obyektifnya dana yang dibutuhkan untuk tim sekelas PSMS Rp16 sampai Rp18 M,” ujar Wakil Walikota ini.

Namun, sebut Ramli, kepasrahan manajemen tidak mengikutkan PSMS keputaran kedua akibat kekurangan dana, bukan berarti tim ini terlepas dari masalah. Ibarat makan buah simalakama, mungkin begitulah nasib PSMS kini. Sebab jika manajemen tidak melanjutkan kompetisi Ligina tahun ini, dipastikan PSMS akan terkena sanksi  besar dari FIFA.

Hal itu, papar Ramli, manajemen PSMS telah menandatangani kontrak pemakaian pemain asing hingga selesai kompetisi Liga tahun 2007.

Sedangkan resiko kedua, menurutnya justru lebih fatal, karena secara otomatis Ayam Kinantan akan mengalami degradasi dan kembali kedivisi I. “Padahal kita tahu, untuk menapak kedivisi utama itu sangat sulit dan memerlukan biaya yang cukup besar,” keluh Ramli yang mengaku sangat prihatin akan kondisi PSMS saat ini.

Lebih jauh dia bahkan bercerita mengenai kecintaannya akan sepakbola termasuk PSMS yang bukan terjadi baru-baru ini saja. “Sejak kecil saya maupun orangtua saya sangat mencintai sepakbola. Bahkan nama sayapun diambil orangtua saya dari pemain PSMS ternama dua bersaudara yakni Ramli Yatim dan Ramlan Yatim. Jadi dengan kondisi PSMS sekarang terus terang saya sangat sedih dan prihatin,” papar Ramli.

Akan tetapi, hingga kini diakuinya pihak pengurus belum mendapatkan solusi mengatasi segala masalah di atas. Hal itu, katanya salah satunay disebabkan tidak adanya sponsor di Kota Medan ini yang mau membantu membiayai PSMS.

Kondisi tersebut, papar Ramli sangat beda dengan tim-tim di daerah lain seperti PSM Makassar yang disposori pabrik semen serta tim-tim lainnya.

Sedangkan untuk PSMS, pihaknya hanya bisa mengandalkan dana APBD. Upaya mencari solusi, sebut Ramli manajemen akan coba membicarakannya dalam rapat pengurus dengan mengajak Walikota Medan Drs H Abdillah Ak MBA untuk menggelar pertemuan. “Namun jadualnya belum bisa disebutkan karena Pak Walikota masih sibuk,” kata Ramli seraya mengatakan manajemen akan bersedia menerima resiko apapun jika nantinya PSMS terpaksa tidak ikut putaran kedua.(irm)

Comments

Got something to say?

You must be logged in to post a comment.