Kilang Minyak Brandan Kenapa Ditutup?
30 April 2007 | 15:57 WIB
Ketua Permadans ( Persatuan Masyarakat P.Brandan dan sekitarnya ) mengatakan agar DPRDSU, Pemprovsu, Pemkab Langkat harus proaktif memperjuangkan aspirasi masyarakat Teluk Haru agar kilang minyak PT Pertamina UP I P.Brandan yang ditutup beberapa hari lalu dapat kembali beroperasi. Kata Adhan Nur,SE peran DPRD SU, Pemprovsu dan Pemkab Langkat sangat penting dan perlu. Demikian berita di
Membaca berita ini saya selaku penduduk Medan,merasa sedih dan sangat prihatin. Kenapa? Karena setahu saya,kilang minyak P.Brandan adalah modal dasar/awal dibangunnya pertambangan minyak nasional(Pertamina) Dari sanalah awal pembangunan pertambangan minyak setelah pemerintah memberi mandat pengelolaan minyak di
 Setelah dimulai pembangunan tambang minyak itu tahun 1958, pemerintah Belanda yakni BPM menggugat
Tambang minyak P.Brandan dibumihangus pasukan Indonesia 13 Agustus 1947 subuh, karena mengetahui dari radio
H. Mohd Said Pemimpin Umum harian Waspada, bangkit ikut berpartisipasi berjuang bagaimana agar tuntutan Belanda gugur. Pemimpin Waspada pun membuat tulisan bersambung selama 29 hari di Waspada. Perjuangan dari pemerintah RI dan Harian Waspada,pihak Belanda pun mundur dan mengalah. Mulailah tambang minyak P.Brandan bergerak. Siapa pemodal pertama yang mau membangun, juga tidak lancar dan Nosodeco dari Jepang pertama kali mau menanam modalnya di sana. Setelah berhasil, maka perusahaan tambang lainnya pun ingin beroperasi di Indonesia. Setelah itulah Ibnu Sutowo membuat ketentuan melalui pemerintah, agar siapa yang mau menambang minyak di Indonesia, dilakukan bagi hasil tidak lagi sistim konsesi seperti halnya di negara lain.
Tulisan H. Mohd Said tersebut dibukukandalam lima bahasa yakni BahasaIndonesia, Bahasa Belanda, Bahasa Jepang, Bahasa Inggeris, Bahasa PerancisSiapa yang ikut penataran perminyakandi Pertamina masa Ibnu Sutowo. diceritakan bagaimana besarnya jasa H.Mohd Said dalam memulai pertambangan minyak di Indonesia.
Saya ceritakan diatas ini menunjukkan kepada pihak pimpinan PT Pertamina yang sekarang, agar mengetahui sejarah perminyakan di Indonesia. Ditutup P Brandan seakanakan hendak menghilangkan jejak sejarah awal kebangkitan perminyatakan di Indonesia. Jika memang persediaan minyak sudah habis, sesuai yang pernah saya ketahui ketika mengikuti penataran perminyakanmasih boleh diperdalam. Jika tidak, memang perlu tidak aktif selama beberapa tahun agar minyak berkumpul lagi.
Apa yang diharapkan Permadans, sungguh perlu dibantu anggota DPRD SU, Pemprovsu dan Pemkab Langkat. Mencari minyak capek di daerah lain, kok tambang yang sudah ada ditutup? Perlu penjelasan resmi dari pihak PT Pertamina agar masyarakat tidak curiga terhadap penutupan itu.
Bagaimana pak SBY dan Menteri Pertambangan, sudah waktunya menanyakan pihak PT Pertamina mengapa tambang P.Brandan ditutup. ( Marihot Siagian di Glugur Medan )



Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.