Indonesia Kurang Aktif Manfaatkan Alih Teknologi China
30 April 2007 | 15:01 WIB
Beijing ( Berita ) : Pemerintah dan pengusaha Indonesia dinilai belum terlalu aktif dalam memanfaatkan alih teknologi China yang saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat dan bisa dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan, termasuk sistem pertahanan dan keamanan.
“Saya melihat Indonesia masih kurang aktif memanfaatkan alih teknologi China yang maju sangat pesat,” kata Wakil Kepala Perwakilan RI Kedubes Beijing Mohammad Oemar, di Beijing, Senin (30/04).
Menurutnya, saat ini sejumlah negara sudah banyak yang memanfaatkan kemajuan berbagai jenis teknologi China untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan di masing-masing negaranya.
Pemanfaatan alih teknologi China, kata Oemar, juga berlaku untuk teknologi sistem militer dan Indonesia bisa memanfaatkan kemajuannya untuk pertahanan dan keamanan di dalam negeri.
Angkatan Laut RI misalnya, bisa membeli kapal-kapal buatan China, demikian juga Angkatan Darat dan Angkatan Udara, bisa memanfaatkan kemajuan teknologi China dalam bidang persenjataan dan pesawat udara.
Dikatakan, dengan memanfaatkan kemajuan teknologi militer China maka Indonesia bisa mengurangi ketergantungan kepada barat dalam memiliki perlengkapan militer.
“Langkah itu bisa juga bisa bertujuan agar Indonesia tidak terlalu bergantung dari barat dalam hal pertananan dan keamanan militer,” katanya.
Pemanfaatan teknologi China juga bisa dalam bidang industri, mengingat negara tirai bambu tersebut selama ini sudah sangat dikenal dalam memproduksi berbagai perlengkapan ringan, sedang dan berat untuk menunjang industri.
China sendiri sebetulnya sudah cukup gencar dalam mempromosikan kemajuan teknologi permesian industri ke luar negeri dan beberapa perusahaan di Indonesia sudah menggunakan perlengkapan mesin dari China. (ant)


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.