Ada Pihak Tidak Senang Dengan Perdamaian Di Aceh : Harian Berita Sore

Ada Pihak Tidak Senang Dengan Perdamaian Di Aceh

30 April 2007 | 14:57 WIB

Banda Aceh ( Berita ) : Pengamat sosial politik IAIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh, Drs. Hamid Sarong, SH, MH berpendapat ada pihak-pihak yang tidak senang dengan perdamaian di Provinsi Aceh, sehingga kelompok itu melakukan aksi teror untuk mengadu domba para pihak yang terlibat dalam proses naskah kesepahaman (MoU) Helsinki.

“Saya melihat, masih ada komponen dan kelompok masyarakat yang tidak ikhlas dengan proses perdamaian di Aceh, sehingga mereka berupaya melakukan teror untuk mengadu domba kedua pihak,” katanya di Banda Aceh, Senin (30/04), menanggapi aksi pengemboman dengan granat tangan yang terjadi akhir-akhir ini di daerah itu.

Sebelumnya dilaporkan, rumah Juru bicara Komite Peralihan Aceh (KPA), Sofyan Dawood, yang juga mantan Juru bicara militer Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dilempar granat oleh orang tak dikenal di Desa Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Minggu (29/4) dini hari, namun tidak ada korban jiwa.

Beberapa hari sebelumnya juga, rumah Wakil Walikota Lhokseumawe, dan Markas Brimob Polda Aceh di Banda Aceh, Senin (23/4) malam dan Selasa (24/4) dini hari juga dilempar granat. Namun semuanya hingga saat ini belum terungkap.

Dikatakannya, maraknya aksi pemboman dengan granat tangan yang terjadi akhir-akhir ini di Aceh menunjukkan adanya indikasi dari pihak ketiga yang ingin mengadu domba kedua belah pihak yang sudah berdamai yakni GAM dan RI.

Hamid Sarong yang juga Dekan Fakultas Syariah IAIN itu menyatakan, seharusnya semua elemen masyarakat bersatu untuk menjaga perdamaian di Aceh.

Ia juga mengharapkan agar masyarakat agar tidak takut untuk melaporkan kepada pihak kepolisian, bila mengetahui informasi pelaku aksi pengeboman tersebut.

“Aparat kepolisian harus lebih intensif untuk melakukan pengamaman dan mengusut tuntas aksi teror yang meresahkan masyarakat tersebut,” ujarnya.

Meskipun belum menimbulkan korban jiwa namun aksi pemboman dengan granat tersebut membuat warga sangat khawatir, jika pelaku kriminal tersebut masih berkeliaran bebas, ujarnya.

Ia menjelaskan, oknum tersebut memprovokasi pihak-pihak yang telah berdamai dengan melancarkan serangan granat kepada pihak TNI/Polri dan mantan kombatan GAM.

“Mereka menyerang kantor Brimob di Banda Aceh yang seolah-olah pelakunya GAM, dan mengranat rumah Sofyan Dawood, sehingga kita berpikir ini balas dendam yang dilakukan intelijen,” ujarnya.

Dengan adanya kejadian seperti saat sekarang ini, menyudutkan pemerintahan baru Aceh di tangan unsur independen, seolah-olah unsur independen yang telah memenangkan Pilkada tahun 2006 lalu tidak mampu menciptakan iklim kondusif di Aceh.

Untuk itu, ia mengharapkan, kepada masyarakat jangan mudah terprovokasi dengan pihak ketiga yang saatini sedang “bermain” di Aceh. (ant)

Comments

Got something to say?

You must be logged in to post a comment.