Marak Beredar Bibit Sawit Palsu Di Pasaran

 

MEDAN (Berita): Para pekebun, khusus-nya tanaman kelapa sa-wit kini banyak terke-coh dengan maraknya beredar bibit kelapa sa-wit palsu yang bukan produk resmi dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) maupun PT Socfindo.

Sebab kenyataan di lapangan, kini beredar karung kemasan ke-cambah kelapa sawit dengan label tulisan beragam antara lain ’PPKS Marihat’, ’Bibit Unggul Pilihan Marihat, Kecambah Kelapa Sawit Unggul’, ’Pusat Penelitian Bibit Marihat’, Socfindo Indonesia Medan, PPKS (Socfindo)’, ’Benih Bibit Unggul Marihat’.

Direktur Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Witjasana Darmosaskoro melalui Manajer Pengembangan Usaha dan Promosi Sjafrul Latif mengatakan hal itu kepada wartawan di kantornya Selasa (10/4).

Sjafrul menjelaskan peredaran bibit palsu itu tidak hanya di Sumatera Utara, melainkan di beberapa daerah di Indonesia, terlebih yang berbasis kebun kelapa sawit.

Pada Nopember 2004 misalnya, kata Sjafrul, pihaknya menemukan tujuh macam bibit palsu di Sulawesi yang mengatasnamakan Marihat, PPKS dan PPKS-Socfindo.

Kemudian pada Maret 2007 Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di Kalimantan Timur juga menemukan 658.000 kecambah kelapa sawit palsu dan 368.000 kecambah lainnya di Kabupaten Nunukan. Bahkan Gubernur Kaltim mengatakan kalau di daerahnya 85 persen beredar bibit palsu kelapa sawit.

Di Meulaboh, Aceh Barat pada Pebruari 2007 juga ditemukan bibit palsu yang sertifikatnya seolah-olah dari PPKS, lengkap dengan tandatangan dan stempel lembaga penelitian ini.

Padahal, kata Sjafrul, kecambah PPKS di kemasannya tertulis ’Kecambah Kelapa Sawit Unggulan-PPKS’- Indonesian Oil Palm Research Institute’ di bawahnya lengkap dengan alamat, telepon dan email. Harga kecambah PPKS Rp3.000-Rp3.5000 per kecambah. Sementara bibit palsu lebih murah, ada juga yang menjual Rp250.000 per kantong berisi ratusan bibit. ’PPKS tidak pernah menjual per kantong,’ tegas Sjafrul.

Ketika ditanya apakah ada terlibat orang dalam PPKS, Sjafrul mengatakan sejauh ini belum ada. Namun ada 8 orang pegawai PPKS yang dipecat karena di luar melakukan aksi penjualan bibit palsu dan tidak membawa-bawa PPKS.

Sjafrul menyebut, bibit kelapa sawit yang dijual PPKS adalah hasil persilangan dari species Dura dan Psifera (DxP). Bahkan Juni 2007 ini, PPKS akan mempromosikan produk terbaru bibit unggulan kelapa sawit dengan produktivitas 40 ton/ha/tahun dengan jenis DP 540 dan DP 718. Uji cobanya di Kebun Marihat Simalungun. Selama ini, produktivitas kelapa sawit 25-30 ton/ha/tahun, ada pula yang sampai 36 ton/ha/tahun. (wie)